kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Bill Gates menempatkan lebih dari 60% kekayaannya dalam bentuk saham


Selasa, 14 Januari 2020 / 16:30 WIB
Miliar dan pendiri Microsoft Bill Gates


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendiri Microsoft Bill Gates menginvestasikan lebih dari 60% kekayaannya dalam bentuk saham. Pada tahun 2019, kekayaan Gates bertambah lebih dari US$ 16 miliar yang menempatkannya di urutan kedua orang terkaya dunia setelah Jeff Bezos pendiri Amazon, menurut Bloomberg News.

Saat ini, kekayaan Gates lebih dari US$ 108 miliar atau setara Rp 1.479 triliun (kurs Rp 13.700 per dolar AS). Gates tetap menjadi orang terkaya kedua dunia, meskipun Gates telah menyumbang sekitar US$ 36 miliar dari kekayaanya untuk yayasan amal selama dua dekade terakhir. 

Baca Juga: Warren Buffett ungkap nasihat yang sangat diperlukan untuk mencapai sukses

Kepada Bloomberg Television beberapa waktu lalu, Gates mengatakan bahwa salah satu strategi investasinya adalah dengan menempatkan lebih dari 60% kekayaannya dalam bentuk ekuitas atau saham.

Menempatkan kekayaannya lebih dari 60% dalam bentuk saham merupakan strategi investasi yang agresif bagi seorang miliarder seperti Gates. 

Sebab portofolio investasi rata-rata keluarga orang Amerika Utara menempatkan 32% aset mereka dalam betuk saham pada 2018, menurut laporan Campden Wealth. 
Biasanya, investor juga akan mendiversifikasikan asetnya di sejumlah kelas investasi seperti obligasi dan real estate.

Baca Juga: Jeff Bezos kehilangan Rp 140 triliun pada 2019, tapi tetap jadi orang terkaya dunia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×