kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45732,82   -9,56   -1.29%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Bisa ditiru, cara santai Swedia berhasil kendalikan Covid-19 dan dipuji WHO


Selasa, 15 September 2020 / 06:28 WIB
Bisa ditiru, cara santai Swedia berhasil kendalikan Covid-19 dan dipuji WHO
ILUSTRASI. Bisa ditiru, cara santai Swedia berhasil kendalikan Covid-19 dan dipuji WHO. REUTERS/Ints Kalnins/File Photo

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Stockholm. Langkah Swedia menangani virus corona layak ditiru. Swedia menjadi negara pertama yang berhasil mengendalikan Covid-19 tanpa lockdown atau isolasi wilayah. 

Swedia sempat disebut negara "tersantai" dalam menangani virus corona, dan kini justru terlihat upaya mereka membuahkan hasil. Ketika kasus-kasus Covid-19 di Eropa kembali meningkat, di Swedia angka penambahannya justru menurun meski tidak lockdown. Tingkat infeksi Swedia pernah jadi yang tertinggi di Eropa, tapi sekarang lebih rendah daripada Inggris, Spanyol, Perancis, atau Italia.

Daily Mail pada Jumat (11/9/2020) mewartakan, Swedia pekan lalu melakukan sejumlah tes virus corona tapi cuma 1,2 persen yang positif lagi. Angka ini adalah yang terendah di sana sejak pandemi.

Mulai "bersihnya" Swedia membuatnya dihapus dari daftar karantina Inggris, dan membuka kembali pintu bagi pariwisata dan perekonomiannya. Lantas, bagaimana cara santai Swedia bisa menjinakkan virus corona?

Tidak ada lockdown di Swedia. Rakyatnya tidak diperintahkan untuk tetap di rumah, toko-toko, sekolah, dan restoran juga tetap buka meski kurva kasus berada di puncaknya.

Baca juga: Inilah 11 buah-buahan penurun berat badan, pas dikonsumsi jika sedang diet karbo

Ahli epidemiologi top di negara Nordik itu juga tidak memandang masker sebagai cara efektif, dan bersikeras lockdown penuh tidak akan mencegah kematian di ruang perawatan. Namun warga Swedia dengan taat selalu melakukan dua hal mendasar, yaitu cuci tangan dan social distancing.

"Alasan di balik penularan yang relatif rendah sekarang sebagian besar karena banyak warga Stockholm mengikuti anjuran untuk tetap di rumah saat sakit, mencuci tangan, dan menjaga jarak," ujar Per Follin kepala badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Stockholm.

Pemerintah Swedia juga sudah sering menyebutkan tingkat kepercayaan yang tinggi pada pihak berwenang menjadi alasan, kenapa tindakan pencegahan virus bisa bersifat sukarela bukan paksaan.



TERBARU

[X]
×