kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis furnitur merekah setelah menikah (2)


Rabu, 19 Desember 2018 / 14:42 WIB

Bisnis furnitur merekah setelah menikah (2)
ILUSTRASI. FENOMENA - Akio Notari

Menjalankan bisnis tanpa pesaing mungkin terdengar mudah. Namun tidak begitu kenyataannya bagi toko furnitur yang dibuka Akio. Ia memang punya kekurangan soal kehidupan sosial akibat sikap dinginnya. Hal tersebut rupanya masih belum bisa ia hilangkan saat memulai bisnis sendiri.

Ia tak terlalu peduli soal layanan pelanggan, yang membuat masyarakat enggan untuk membeli mebel di tokonya. Ditambah lagi, ia kerap kehilangan keseriusan dalam bekerja dan suka malas-malasan. Bisnisnya yang seret memaksa Akio untuk mengencangkan ikat pinggang. Setiap hari ia harus hidup irit, termasuk soal makanan.

Melihat bisnis anaknya yang acak-acakan, orang tuanya memberi saran penting, yaitu menikah. Dengan begitu, istrinya bisa melayani pelanggan dengan lebih hangat dan diharapkan bisnisnya akan lebih berkembang.

Ia menuruti nasehat tersebut dengan menikahi kekasihnya. Dan benar saja, setelah urusan pelanggan dipegang istrinya bisnis furnitur Akio melaju pesat. Penjualan tokonya rata-rata tumbuh dua kali lipat tiap bulan. Saat penyakit malas Akio kambuh, istrinya kerap menegur.

Bisnis toko furnitur terus berkembang, hingga ia bisa membuka toko kedua yang jauh lebih luas. Namun kisah manis tak selamanya terjadi. Beberapa waktu kemudian, seorang kompetitor dengan modal yang lebih besar datang dan membuka toko yang jauh lebih luas lagi ketimbang tokonya.

Hal ini membuat penjual tokonya terjun bebas. Pinjaman dari bank mulai seret. Usahanya kini di ambang kebangkrutan. Namun ada momentum yang menyelamatkannya saat diajak dalam seminar dan studi lapangan ke California, Amerika Serikat. Sebuah perjalanan yang akan membuka mata dan menjadikannya salah satu orang terkaya di Jepang.

(Bersambung)


Reporter: Tendi Mahadi
Editor: Tri Adi

Video Pilihan


Close [X]
×