Sumber: Yahoo News,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Data mengejutkan dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penyebaran kasus wabah Ebola.
Melansir Reuters, lebih dari 900 kasus dugaan Ebola, termasuk 101 kasus terkonfirmasi, telah teridentifikasi di Republik Demokratik Kongo. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) pada Sabtu (23/5/2026) memperingatkan bahwa 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola yang semakin memburuk di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Mengutip Yahoo News, Direktur Jenderal Africa CDC Jean Kaseya menyebut Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Tanzania, dan Zambia sebagai negara yang berpotensi terpapar.
Africa CDC dan WHO saat ini mencari pendanaan darurat lebih dari US$ 314 juta untuk memerangi wabah tersebut.
Peringatan itu muncul setelah WHO pada Jumat menaikkan tingkat risiko wabah di Republik Demokratik Kongo menjadi “sangat tinggi”, menyusul hampir 750 kasus dugaan dan 177 dugaan kematian di negara tersebut.
Baca Juga: Trump Tak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran, Blokade AS Tetap Berlaku
Tabel: Data Terbaru Wabah Ebola di Afrika
| Indikator | Jumlah/Keterangan |
|---|---|
| Dugaan kasus Ebola di RD Kongo | Lebih dari 900 kasus |
| Kasus Ebola terkonfirmasi | 101 kasus |
| Dugaan kematian | 177 orang |
| Kasus terkonfirmasi di Uganda | 5 kasus |
| Negara berisiko terdampak | 10 negara Afrika |
| Dana darurat yang dibutuhkan | Lebih dari US$ 314 juta |
| Bantuan AS | US$ 23 juta |
| Status WHO | Darurat kesehatan masyarakat |
Di Uganda, lima kasus telah dikonfirmasi pada orang-orang yang melakukan perjalanan dari Republik Demokratik Kongo. Kasus terbaru mencakup seorang sopir asal Uganda, tenaga kesehatan Uganda yang merawat pasien pertama yang terkonfirmasi di negara itu, serta seorang perempuan asal Kongo yang melakukan perjalanan melalui Uganda dengan penerbangan charter dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit Kampala sebelum kembali ke negaranya.
Pengumuman itu disampaikan ketika Amerika Serikat menjanjikan bantuan sebesar US$ 23 juta untuk mendukung penanganan krisis di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Awal pekan ini, Tedros dari WHO mengatakan dirinya “sangat khawatir terhadap skala dan kecepatan” penyebaran wabah, serta menetapkan situasi tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga sementara melarang perjalanan ke AS bagi orang yang tidak memiliki paspor Amerika dan pernah berada di Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, atau Uganda dalam tiga minggu terakhir.
CDC juga mengonfirmasi bahwa seorang dokter asal Amerika Serikat yang bekerja di Republik Demokratik Kongo, Peter Stafford, dinyatakan positif Ebola dan telah dibawa ke Jerman untuk menjalani perawatan. Enam warga negara AS lainnya juga dilaporkan terpapar.
Kelompok misionaris Kristen tempat Stafford bekerja melaporkan pada Kamis bahwa kondisinya “kritis tetapi belum mengalami penurunan akut.”
Tonton: Trump Mendadak Batalkan Pernikahan Anak, AS Bersiap Serang Iran?
Istri Stafford yang juga seorang dokter, bersama keempat anak mereka, tidak menunjukkan gejala dan saat ini menjalani karantina di Jerman sebagai langkah pencegahan, menurut kelompok tersebut.
Tabel: Daftar Negara Afrika yang Berisiko Terdampak Wabah Ebola
| No | Negara |
|---|---|
| 1 | Angola |
| 2 | Burundi |
| 3 | Republik Afrika Tengah |
| 4 | Republik Kongo |
| 5 | Ethiopia |
| 6 | Kenya |
| 7 | Rwanda |
| 8 | Sudan Selatan |
| 9 | Tanzania |













