Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Amerika Serikat (AS) resmi menyelesaikan proses penarikan diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Pengumuman ini disampaikan bersama oleh Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis waktu setempat.
Langkah ini menandai pertama kalinya sejak 1948—saat AS menjadi anggota pendiri—negara tersebut tidak lagi menjadi bagian dari WHO. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan niat keluar dari badan kesehatan global itu pada 2020, saat masa jabatan pertamanya.
Dalam pernyataan bersama, Rubio dan Kennedy menyebut “kegagalan WHO selama pandemi COVID-19” sebagai alasan utama penarikan diri tersebut. Kennedy dikenal sebagai sosok yang skeptis terhadap vaksin.
“Ke depan, keterlibatan AS dengan WHO akan dibatasi secara ketat hanya untuk menyelesaikan proses penarikan diri dan menjaga kesehatan serta keselamatan rakyat Amerika,” ujar Rubio dan Kennedy. Mereka juga menegaskan bahwa seluruh pendanaan AS kepada WHO telah dihentikan.
Baca Juga: AS Akan Keluar dari WHO, Dunia Hadapi Risiko Krisis Kesehatan
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya menyampaikan bahwa organisasi tersebut telah melakukan penghematan dan pemangkasan anggaran akibat kekurangan pendanaan yang terkait dengan keluarnya AS.
Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan bahwa “untuk semua maksud dan tujuan”, AS kini “tidak lagi berpartisipasi dalam pekerjaan WHO”, meskipun masih ada beberapa rincian hukum yang perlu diselesaikan.
“Jelas bahwa kami ingin melihat Amerika Serikat kembali menjadi peserta penuh dalam kerja WHO, sebagaimana kami ingin melihat setiap negara terlibat,” kata Dujarric.
Ia menekankan bahwa isu kesehatan bersifat lintas batas negara dan memerlukan kerja sama internasional. “Virus, penyakit tidak menular, semua ini perlu dan harus ditangani melalui kerja sama global. WHO adalah tempat untuk melakukannya,” tambahnya.
Proses Penarikan Diri dan Ketentuan Hukum
Presiden Trump secara resmi mengumumkan rencana penarikan diri AS dari WHO pada 20 Januari 2025, hari pertama masa jabatan keduanya di Gedung Putih. Namun, ketentuan hukum yang dibuat AS sebelumnya membuat proses tersebut baru efektif berlaku pekan ini.
Kepala penasihat hukum WHO, Steven Solomon, menjelaskan bahwa para pendiri organisasi tidak memasukkan klausul penarikan diri karena WHO dirancang sebagai organisasi yang benar-benar universal demi membuat dunia lebih aman.
Meski demikian, AS sebelumnya menciptakan ketentuan yang memungkinkan penarikan diri dengan dua syarat: pemberitahuan satu tahun sebelumnya dan pemenuhan seluruh kewajiban keuangan untuk tahun fiskal berjalan. Solomon juga mencatat bahwa AS masih memiliki tunggakan pembayaran untuk 2024 dan 2025.
Menanggapi langkah AS tersebut, advokat kesehatan masyarakat Lucky Tran menilai keputusan ini berisiko bagi kesehatan global.
Baca Juga: WHO: Kasus Mpox Terdeteksi di Sejumlah Negara, Ada 17 Kasus Kematian di Afrika
“WHO telah memainkan peran besar dalam menyatukan negara-negara untuk menurunkan angka kematian dan penyakit dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. WHO memang tidak sempurna, tetapi perbaikan hanya bisa dilakukan dengan tetap berpartisipasi. Penarikan diri ini sembrono dan membuat kita semua lebih rentan,” tulis Tran di media sosial.
Dampak terhadap Peran WHO Secara Global
Sebelum keluarnya AS, WHO memiliki 194 negara anggota yang mencakup seluruh anggota PBB, kecuali Liechtenstein. Selama ini, WHO berperan sebagai koordinator utama dalam berbagai isu kesehatan lintas negara.
Peran tersebut mencakup pengiriman dokter dan tenaga kesehatan dalam situasi bencana kemanusiaan serta penanganan berbagai penyakit menular dan tidak menular, seperti Ebola dan Tuberkulosis, yang membutuhkan respons terkoordinasi secara internasional.
Keluarnya AS dari WHO berpotensi mengubah dinamika pendanaan, koordinasi, serta kerja sama kesehatan global yang selama ini melibatkan salah satu kontributor terbesar organisasi tersebut.
Selanjutnya: RI Tutup 1.000 Tambang Ilegal di Berbagai Wilayah, Prabowo: Tak Ada Kompromi
Menarik Dibaca: Berlangsung hingga 25 Januari, Ini Berbagai Penawaran di HSBC ANA Travel Fair 2026
- Marco Rubio
- World Health Organization
- United States
- Organisasi Kesehatan Dunia
- Krisis Kesehatan Global
- Tedros Adhanom Ghebreyesus
- Kesehatan Global
- Kebijakan Luar Negeri AS
- AS keluar WHO
- Donald Trump WHO
- Dampak AS keluar WHO
- penarikan AS WHO
- pendanaan WHO
- WHO Amerika Serikat
- Robert F. Kennedy Jr WHO
- Marco Rubio WHO
- PBB WHO
- COVID-19 WHO













