CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bisnis Warren Buffett tak kebal virus corona, ini buktinya


Selasa, 11 Agustus 2020 / 03:51 WIB
ILUSTRASI. Bisnis Warren Buffett tak kebal virus corona. (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sejumlah perusahaan tempat Berkshire baru-baru ini melakukan investasi besar juga mengalami kesulitan.

Berkshire mencatat kerugian senilai US$ 513 juta atas 26,6% sahamnya di Kraft Heinz Co, setelah perusahaan makanan tersebut mengalami penyusutan aset termasuk untuk Maxwell House dan Oscar Mayer.

Baca Juga: Muda dan kaya-raya, inilah 10 miliarder muda dunia

Sementara itu, Occidental Petroleum Corp, perusahaan tempat Berkshire menginvestasikan dana US$ 10 miliar Agustus lalu, juga terpukul oleh anjloknya harga minyak.

Di sisi lain, pendapatan bersih kuartalan secara keseluruhan Berkshire naik menjadi US$ 26,3 miliar, atau US$ 16.314 per saham Kelas A, dari sebelumnya US$ 14,07 miliar, atau US$ 8.608 per saham, setahun sebelumnya. Itu menyusul kerugian kuartal pertama sebesar US$ 49,75 miliar.

Baca Juga: Pesan menenangkan Warren Buffett: Jangan takut berinvestasi di masa sulit

Sedangkan laba operasi kuartal kedua turun menjadi US$ 5,53 miliar, atau sekitar US$ 3.463 per saham Kelas A, dari US$ 6,14 miliar, atau US$ 3.757 per saham, setahun sebelumnya.

Adapun pendapatan Berkshire pada periode yang sama turun 11% menjadi US$ 56,8 miliar, meskipun perusahaan mencatat keuntungan di beberapa bisnis termasuk baterai Duracell, yang naik 16%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×