CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.985   40,00   0,22%
  • IDX 6.229   53,38   0,86%
  • KOMPAS100 823   9,19   1,13%
  • LQ45 630   8,12   1,30%
  • ISSI 214   1,93   0,91%
  • IDX30 356   4,71   1,34%
  • IDXHIDIV20 443   5,13   1,17%
  • IDX80 94   1,13   1,21%
  • IDXV30 119   1,16   0,99%
  • IDXQ30 115   1,40   1,24%

Boeing Fokus Genjot Produksi, Bukan Kejar Kontrak Baru di Farnborough Airshow


Minggu, 19 Juli 2026 / 22:01 WIB
Boeing Fokus Genjot Produksi, Bukan Kejar Kontrak Baru di Farnborough Airshow
ILUSTRASI. BOEING (REUTERS/Robert Sorbo)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Boeing menegaskan fokus utama perusahaan saat ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi pesawat, bukan mengejar pengumuman kontrak pembelian baru di ajang Farnborough Airshow.

Chief Executive Officer (CEO) Boeing Commercial Airplanes, Stephanie Pope, mengatakan permintaan pasar terhadap pesawat Boeing masih sangat kuat. Menurutnya, perusahaan tidak menghadapi masalah dari sisi pesanan, melainkan lebih memprioritaskan pemenuhan backlog yang sudah ada.

"Backlog kami sangat kuat. Permintaan bukan menjadi persoalan kami. Jika ada pengumuman pesanan baru selama pameran berlangsung, tentu kami akan merayakannya bersama pelanggan apabila mereka menginginkannya," ujar Pope kepada wartawan menjelang pembukaan Farnborough Airshow di London, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Perdagangan Nonmigas UEA Tumbuh 13,1% di Semester I-2026, Ekspor Cetak Rekor Baru

Alih-alih mengejar kontrak baru, Boeing memanfaatkan ajang dua tahunan tersebut untuk berdialog dengan pelanggan dan pemasok guna memahami tantangan yang mereka hadapi sekaligus memberikan pembaruan mengenai pengembangan produk perusahaan.

Langkah meningkatkan produksi dinilai menjadi kunci bagi pemulihan kinerja keuangan Boeing sekaligus memperkuat daya saing melawan Airbus. Selama beberapa tahun terakhir, keluarga pesawat Airbus A320 berhasil mengungguli penjualan Boeing 737 MAX di segmen pesawat berbadan sempit yang menjadi pasar paling menguntungkan bagi industri penerbangan.

Bagi Boeing, keluarga 737 MAX merupakan tulang punggung bisnis pesawat komersial dan penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Peningkatan produksi juga dibutuhkan untuk mempercepat pengurangan utang bersih Boeing yang saat ini mencapai sekitar US$26 miliar.

Analis Gabelli Funds, Tony Bancroft, mengatakan arah bisnis Boeing saat ini sangat bergantung pada keberhasilan perusahaan meningkatkan laju produksi.

"Boeing saat ini benar-benar digerakkan oleh tingkat produksi," katanya.

Saat ini Boeing tengah mengkaji kenaikan kembali produksi 737 MAX setelah memperoleh persetujuan regulator Amerika Serikat pada Mei lalu untuk meningkatkan produksi menjadi 47 unit per bulan.

Sebelumnya, Federal Aviation Administration (FAA) membatasi produksi Boeing menyusul insiden darurat di udara pada awal 2024 yang mengungkap berbagai persoalan terkait keselamatan dan kualitas proses manufaktur perusahaan.

Baca Juga: IPO Chip China CXMT Tembus US$ 8,6 Miliar, Permintaan Investor Oversubscribe 570 Kali

Stephanie Pope menegaskan setiap keputusan menaikkan kapasitas produksi akan didasarkan pada evaluasi sistem manajemen keselamatan dan penilaian risiko secara menyeluruh.

"Saat ini tim kami fokus menstabilkan produksi di level 47 pesawat per bulan. Setelah target itu tercapai, kami akan meningkatkannya menjadi 52 unit per bulan, kemudian terus mempelajari peluang kenaikan produksi berikutnya," ujarnya.




TERBARU

[X]
×