kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Buffett: Tak ada resesi AS, kecuali Eropa memburuk


Rabu, 06 Juni 2012 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi industri asuransi jiwa tumbuh 24,77% menjadi Rp 50,86 triliun per Maret 2021 lalu.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

NEW YORK. Warren Buffett, miliuner sekaligus pengendali Berkshire Hathaway Inc berharap, ekonomi Amerika Serikat (AS) dapat menahan serangan krisis dari luar selama Eropa masih berkutat dengan masalah utangnya.

"Tidak akan ada resesi lain di AS kecuali peristiwa yang terjadi di Eropa berkembang melalui berbagai cara," jelas Buffett di acara Economic Club of Washington, DC ketika menjawab pertanyaan David Rubenstein, co-CEO dari Carlyle Grup LP yang merupakan pemimpin perusahaan ekuitas swasta terbesar kedua di dunia.

Krisis utang Eropa terus mengancam dan berpotensi menghancurkan 17 negara yang tergabung di zona euro. Kemarin, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari kelompok G7 bertemu dan sepakat berkoordinasi untuk menanggapi potensi keluarnya Yunani dari mata uang tunggal.

"Mereka memang berada dalam mata uang yang sama, namun tidak dalam kebijakan fiskal, budaya dan praktik kerja yang sama. Ini sebenarnya yang menjadi kelemahan serikat Uni Eropa dan harus ada cara untuk menyatukan yang tak selaras," nilai Buffett.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×