kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Garda Revolusi Iran Rombak Hezbollah Usai Perang 2024, Siapkan Kekuatan Baru


Sabtu, 21 Maret 2026 / 16:51 WIB
Garda Revolusi Iran Rombak Hezbollah Usai Perang 2024, Siapkan Kekuatan Baru
ILUSTRASI. ISRAEL-PALESTINIANS/HEZBOLLAH-IRAN (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIRUT. Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melakukan perombakan besar terhadap struktur militer Hezbollah di Lebanon setelah kelompok itu terpukul dalam perang dengan Israel pada 2024. Langkah ini mencakup pengisian kekosongan komando dengan perwira Iran hingga penyusunan ulang strategi tempur.

Sumber yang mengetahui aktivitas tersebut menyebut, IRGC turun tangan langsung untuk membangun kembali kekuatan Hezbollah, termasuk melatih ulang pasukan serta mengawasi proses persenjataan ulang. Perubahan ini disebut sebagai yang pertama sejak kelompok itu didirikan pada 1982.

Perombakan dilakukan setelah serangkaian pukulan berat, termasuk tewasnya pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah dan sejumlah komandan senior akibat serangan Israel. IRGC juga memperbaiki celah dalam struktur komando yang sebelumnya berhasil ditembus intelijen Israel.

Baca Juga: Anomali Perang Iran: AS Optimis Usai Cepat, Iran Tegas Tolak Negosiasi

Selain restrukturisasi, IRGC disebut mengubah pola komando Hezbollah dari sistem hierarkis menjadi lebih terdesentralisasi. Unit-unit kecil dibentuk dengan informasi terbatas satu sama lain untuk menjaga kerahasiaan operasi.

Seorang sumber keamanan Lebanon mengatakan Iran turut membantu memulihkan dan menata ulang kekuatan militer Hezbollah, namun tidak terlibat langsung dalam penentuan target serangan. “Iran membantu mengatur ritme konflik,” ujarnya.

Dalam konflik terbaru, Hezbollah telah menembakkan ratusan rudal ke wilayah Israel sejak bergabung dalam perang kawasan pada 2 Maret. Serangan tersebut dibalas ofensif Israel yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Lebanon serta memicu pertempuran darat di wilayah selatan.

IRGC juga dilaporkan menyusun skenario serangan rudal terkoordinasi dari Iran dan Lebanon yang dijalankan pada 11 Maret, menandai pertama kalinya operasi semacam itu dilakukan secara bersamaan.

Baca Juga: Iran: Blokade Minyak Akan Berlanjut hingga Serangan Berakhir, Trump Ancam Serang Lagi

Meski telah bangkit kembali, kekuatan Hezbollah disebut belum sepenuhnya pulih seperti beberapa tahun lalu. Kemampuannya masih akan diuji jika terjadi invasi besar-besaran oleh Israel.

Di sisi lain, keterlibatan Iran menjadi tantangan bagi pemerintah Lebanon yang tengah mendorong pelucutan senjata kelompok tersebut. 

Pemerintah Lebanon bahkan meminta sekitar 100–150 warga Iran yang diduga memiliki keterkaitan dengan IRGC untuk meninggalkan negara itu pada awal Maret.

Sejumlah perwira IRGC termasuk di antara ratusan korban tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata 2024. Beberapa di antaranya kembali tewas dalam serangan terbaru sejak konflik pecah.

Baca Juga: AS Kerahkan Armada Militer, Iran Pasang Kuda-Kuda Perang

IRGC sendiri telah lama terlibat dalam pembentukan dan penguatan Hezbollah, sejak kelompok itu didirikan untuk memperluas pengaruh Revolusi Iran 1979 dan melawan invasi Israel ke Lebanon pada 1982.




TERBARU

[X]
×