kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bukan Emas atau Bitcoin! Ini Aset Andalan Robert Kiyosaki yang Mengejutkan Investor


Jumat, 04 April 2025 / 15:19 WIB
Bukan Emas atau Bitcoin! Ini Aset Andalan Robert Kiyosaki yang Mengejutkan Investor
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki, penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, kembali membuat pernyataan kontroversial terkait dunia investasi.


Sumber: Finbold News | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Robert Kiyosaki, penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, kembali membuat pernyataan kontroversial terkait dunia investasi.

Jika sebelumnya ia sering mempromosikan Bitcoin dan emas serta mengkritik dolar AS dan kebijakan ekonomi Joe Biden, kali ini ia justru menempatkan perak sebagai aset investasi paling menarik saat ini.

Dalam serangkaian cuitan di platform X (sebelumnya Twitter), Kiyosaki menegaskan bahwa perak memiliki potensi kenaikan harga yang jauh lebih besar dibanding emas dan Bitcoin.

Mengapa Perak Lebih Bernilai Dibanding Emas dan Bitcoin?

1. Kebutuhan Industri yang Meningkat

Salah satu alasan utama Kiyosaki menyoroti perak adalah penggunaannya dalam berbagai sektor industri. Berbeda dengan emas yang lebih banyak digunakan sebagai aset investasi dan perhiasan, perak memiliki peran vital dalam teknologi modern. Berikut beberapa industri yang sangat bergantung pada perak:

  • Panel surya – Perak merupakan komponen utama dalam produksi sel surya, dan dengan meningkatnya transisi ke energi terbarukan, permintaan perak diperkirakan terus melonjak.

  • Kendaraan listrik (EV) – Mobil listrik menggunakan perak dalam sistem kelistrikan dan baterainya, seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan.

  • Komputer dan elektronik – Perak memiliki konduktivitas listrik terbaik di antara semua logam, membuatnya sangat diperlukan dalam pembuatan perangkat elektronik.

  • Industri medis – Perak digunakan dalam alat kesehatan dan obat-obatan karena sifat antibakterinya.

  • Pemurnian air – Digunakan dalam sistem filtrasi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme.

Kebutuhan industri yang tinggi ini memastikan bahwa perak memiliki utilitas lebih luas dibanding emas maupun Bitcoin, yang hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bagikan Rahasia Gratis Jadi Kaya Raya saat Resesi Global

2. Kelangkaan dan Penurunan Pasokan

Kiyosaki juga menyoroti krisis pasokan perak yang semakin nyata. Berbeda dengan emas yang masih terus ditambang dalam jumlah besar, stok perak semakin menipis karena meningkatnya konsumsi industri. Menurut data terbaru, produksi tambang perak tidak cukup untuk memenuhi permintaan global, yang dapat mengarah pada kenaikan harga signifikan dalam waktu dekat.

Selain itu, pasokan Bitcoin juga terbatas dengan hanya 21 juta koin yang dapat ditambang. Namun, tidak seperti Bitcoin yang hanya memiliki keterbatasan jumlah, perak mengalami penurunan pasokan nyata akibat konsumsi industri yang terus meningkat.

3. Harga yang Masih Rendah dengan Potensi Kenaikan Besar

Harga perak saat ini masih jauh di bawah level tertingginya sepanjang masa. Pada 3 April 2025, perak diperdagangkan di kisaran US$32,41 per ons, masih 34,46% di bawah rekor tertingginya sebesar US$49,45 per ons pada tahun 1980.

Dibandingkan dengan emas yang terus mencetak rekor baru atau Bitcoin yang sudah mengalami lonjakan besar sejak kemunculannya, perak menawarkan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi.

Kiyosaki memprediksi bahwa perak akan mengalami reli besar pada tahun 2025 dengan target harga mencapai US$70 per ons, yang berarti kenaikan lebih dari 115,98% dari harga saat ini.

Selanjutnya: 7 Macam Obat Alami Penurun Kadar Kolesterol Tinggi dengan Cepat

Menarik Dibaca: 7 Macam Obat Alami Penurun Kadar Kolesterol Tinggi dengan Cepat


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×