kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bukan Lagi Anosmia, Gejala Utama COVID-19 Berubah Berdasarkan Status Vaksinasi


Selasa, 25 Oktober 2022 / 07:25 WIB
ILUSTRASI. Gejala utama yang terkait dengan COVID-19 telah berubah dan dapat bervariasi berdasarkan status vaksinasi seseorang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Di antara peserta yang divaksinasi lengkap, gejala yang sering dilaporkan sebelumnya jarang dilaporkan. Misalnya saja kehilangan penciuman alias anosmia, demam, dan sesak napas. 

Kehilangan penciuman dan sesak napas juga lebih jarang dilaporkan oleh pasien yang tidak divaksinasi yang dites positif COVID-19.

Mereka yang telah divaksinasi juga melaporkan bersin lebih sering daripada mereka yang belum menerima dosis. Bersin dan pilek, menurut ZOE, sebelumnya tidak dianggap sebagai gejala infeksi COVID-19.

Gejala lain yang sering dilaporkan tampaknya juga menjadi kurang umum, seperti menggigil, tanda-tanda COVID-19 di kuku kaki atau jari tangan, dan sakit perut.

Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit masih mencantumkan gejala seperti kelelahan, nyeri otot atau tubuh, mual atau muntah, dan diare sebagai kemungkinan gejala COVID-19. Ini adalah gejala yang sama yang terdaftar pada tahun 2021 dan 2020.

Meskipun ZOE tidak memberikan perincian tentang seberapa parah gejala ini atau varian COVID mana yang terkait, para peneliti menemukan gejala omicron, yang saat ini merupakan varian dominan di dunia, tampaknya lebih ringan daripada varian delta yang dulu dominan.

Gejala varian baru

Saat ini, ditemukan subvarian baru COVID-19, yakni Omicron XXB. Bahkan subvarian ini sudah terdeteksi di Indonesia. 

Subvarian omicron baru dilaporkan sudah terdeteksi di 24 negara. Omicron XBB juga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Singapura beberapa waktu terakhir. 

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali beberapa ciri-ciri Omicron XBB yang trennya tengah menanjak di banyak negara. 

Baca Juga: Covid-19 Varian XBB Sudah Masuk Indonesia, Ini Pesan Kemenkes

Gejala Omicron XBB

Dilansir dari Kompas.com yang mengutip Prevention, tanda Omicron XBB kurang lebih sama dengan subvarian Omicron sebelumnya, antara lain: 

  • Demam atau menggigil kedinginan
  • Batuk
  • Sesak napas atau napas rasanya tidak lega
  • Badan mudah lelah dan lemas
  • Nyeri otot atau sekujur tubuh rasanya sakit
  • Sakit kepala
  • Lidah tidak ada rasa atau hidung tidak bisa mencium bau
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut atau diare




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×