kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

AS Serang Tiga Tanker Minyak Iran, Konflik Energi Timur Tengah Kian Memanas


Sabtu, 05 September 2026 / 22:27 WIB
AS Serang Tiga Tanker Minyak Iran, Konflik Energi Timur Tengah Kian Memanas
ILUSTRASI. IRAN-US-ISRAEL-WAR-TRANSPORT-HORMUZ (AFP/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Amerika Serikat (AS) menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9/2026), termasuk satu kapal yang berada di lepas pantai Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal Angkatan Laut AS.

"Pesan kepada IRGC harus jelas: jika Anda menembaki dua kapal kami, kami akan memberikan biaya ekonomi yang lebih tinggi dengan menghancurkan tiga kapal milik Anda," kata Laksamana Brad Cooper, Kepala CENTCOM.

Baca Juga: Terjebak 10 Hari di Terowongan, Warga China Selamat dari Bencana Nepal

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan empat rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di area pelabuhan Pulau Kharg. Mengutip sumber lokal, Tasnim menyebut tidak ada korban jiwa dan awak kapal sedang dievakuasi.

CENTCOM mengatakan tidak ada personel AS yang terluka dalam serangan tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran mengenai serangan tersebut.

Pertukaran serangan ini terjadi setelah eskalasi konflik dalam sepekan terakhir yang berpotensi memperdalam perang yang telah berlangsung sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Konflik tersebut telah mengganggu pasokan energi global dan mendapat penolakan dari mayoritas warga AS menjelang pemilihan anggota Kongres pada November.

Ancaman Trump terhadap Pulau Kharg

Serangan terhadap tanker Iran terjadi di tengah meningkatnya ancaman AS terhadap Pulau Kharg.

Presiden AS Donald Trump pada 31 Agustus mengunggah pernyataan singkat di media sosial yang disertai video buatan AI. Dalam unggahan tersebut, Trump mengatakan Pulau Kharg sedang "diledakkan hingga berkeping-keping".

Otoritas Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras jika Pulau Kharg diserang.

Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara OPEC. Sebelum perang, sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui Pulau Kharg. Namun, arus ekspor telah terganggu sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak Iran pada pertengahan April.

Baca Juga: TCS Siapkan Investasi US$7,41 Miliar untuk Bangun Pusat Data AI 1 GW

Trump sebelumnya mengatakan pada 11 Juni bahwa dirinya ingin mengambil alih Pulau Kharg. Namun, beberapa hari sebelum Teheran dan Washington menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang pada 17 Juni, Trump mengatakan rencana operasi militer AS di wilayah tersebut untuk sementara tidak akan dilakukan.

Serangan AS terhadap Kharg akan semakin menekan industri minyak Iran sekaligus perekonomian negara tersebut, yang sudah terpukul akibat blokade laut AS.

AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Harga minyak kembali melonjak

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent pada Jumat (4/9) ditutup di level US$ 96,28 per barel, menjadi harga penutupan tertinggi sejak 24 Juli.

Lonjakan harga tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa eskalasi konflik dapat mengganggu aliran minyak dari kawasan Timur Tengah, terutama jika jalur pelayaran strategis dan fasilitas ekspor utama Iran kembali menjadi sasaran serangan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×