kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

BUMN Harus Keluar dari Sektor Properti


Selasa, 23 Maret 2010 / 12:28 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Johana K.

BEIJING Pemerintah China memerintahkan 78 perusahaan negara yang tidak memiliki bisnis inti di bidang properti untuk melepas usaha ini dalam kurun waktu 15 hari kerja. Perintah ini dikeluarkan oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Perusahaan Negara (SASAC), sebagai kampaye untuk mengekang lonjakan harga tanah dan perumahan.

Seperti dikutip Securities Times, Ketua SASAC Li Rongrong telah memerintahkan perusahaan negara untuk merumuskan strategi keluar dari sektor properti dalam waktu 15 hari, sejak tanggal 19 Maret 2010.

Perusahaan negara, dari pabrik senjata hingga produsen tembakau, telah berekspansi di sektor properti selama beberapa tahun terahir. Mereka tertarik oleh keuntungan yang besar di sektor properti ini.
Pekan lalu, dua perusahaan negara memenangkan pelelangan tanah di Beijing dan merusak harga tanah di sana. Aksi mereka ini juga menyulut kemarahan rakyat.

China juga kan melakukan penyelidikan nasional untuk memeriksa penimbungan tanah yang mungkin dilakukan oleh pengembang atau pembangunan villa ilegal. Yun Xiaosu, Wakil Menteri Pertanahan dan Sumber Daya China mengatakan, pemeriksaan ini berlangsung pada bulan Maret hingga Juli 2010.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×