kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.826   -50,00   -0,28%
  • IDX 6.283   6,33   0,10%
  • KOMPAS100 822   1,00   0,12%
  • LQ45 626   0,88   0,14%
  • ISSI 217   0,11   0,05%
  • IDX30 347   0,06   0,02%
  • IDXHIDIV20 431   -1,56   -0,36%
  • IDX80 94   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   -0,11   -0,10%
  • IDXQ30 112   -0,18   -0,16%

Bursa Asia Naik Enam Hari Beruntun Rabu (23/9), Reli Saham Teknologi Jadi Pendorong


Rabu, 23 September 2026 / 09:09 WIB
Bursa Asia Naik Enam Hari Beruntun Rabu (23/9), Reli Saham Teknologi Jadi Pendorong
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham Asia melanjutkan penguatan pada Rabu (23/9/2026), dengan indeks regional menuju kenaikan selama enam sesi berturut-turut.

Reli saham teknologi dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi katalis utama pasar.

Di sisi lain, harga minyak justru tertahan setelah muncul laporan mengenai meningkatnya pasokan dari Timur Tengah.

Pasar juga mencermati perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi 2 Bulan Rabu (23/9), Cermati Kenaikan Suku Bunga

Harga minyak Brent turun 0,1% menjadi US$ 99,18 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,4% menjadi US$ 90,14 per barel.

Sumber Reuters menyebut, Arab Saudi telah kembali mengoperasikan East-West Pipeline dan kemungkinan sudah melanjutkan ekspor minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Sentimen terhadap minyak juga dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran di New York telah mengalami kemajuan. Namun, Trump kemudian mengancam akan "menghancurkan" Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu. Investor juga mencermati laporan mengenai kemungkinan pertemuan Pezeshkian dengan Trump.

Baca Juga: Disebut Donald Trump Negara Gagal, Delegasi Kuba Walk Out Saat Sidang Umum PBB

Saham teknologi dan AI jadi motor

Di pasar saham, penguatan sektor teknologi kembali menjadi perhatian investor. Saham Korea Selatan naik 1,2%, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat lebih dari 2%.

Saham Taiwan juga naik 0,9% dan mendekati level tertinggi sepanjang masa. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang bertambah 0,7% dan mencatat kenaikan selama enam sesi berturut-turut. Sementara itu, saham-saham unggulan China bergerak relatif datar.

Penguatan saham teknologi kembali ditopang meningkatnya minat konsumen terhadap aplikasi AI.

Sektor perangkat keras komputer mendapat dorongan setelah aplikasi AI agent milik Meta, Muse, mencatat tingkat pengunduhan yang tinggi dan memimpin daftar aplikasi yang paling banyak diunduh di AS dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga: Jelang Xi Jinping-Trump Bertemu, China Tegaskan 4 Garis Merah kepada AS

Investor kini menunggu respons pasar terhadap produk serupa yang dikembangkan Google Labs, yang dikenal sebagai CC.

"Memory stocks telah mengambil alih kepemimpinan, didukung sesi kuat lainnya dari saham semikonduktor yang telah mencatat kenaikan selama enam hari berturut-turut," kata Chris Weston, Head of Research di broker Pepperstone.

Pasar Jepang masih tutup karena libur nasional. Namun, kontrak berjangka Nikkei diperdagangkan di level 66.745, sekitar 2.000 poin di atas posisi penutupan indeks Nikkei pada Jumat lalu.

Weston memperkirakan pasar saham Jepang akan kembali dibuka dengan penguatan, didukung penurunan harga minyak, kondisi pasar obligasi yang relatif tenang, serta rekor tertinggi indeks Nasdaq.

Pasar tunggu arah suku bunga The Fed

Sentimen di pasar obligasi masih dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve. Kontrak berjangka Treasury menguat tipis setelah harga minyak turun, menjaga imbal hasil US Treasury 10 tahun di bawah level 5%.

Namun, imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun kembali menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2024 di 4,7879%. Pasar memperhitungkan kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun di Bawah US$100 Rabu (23/9), Pasokan Teluk Mulai Pulih

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin dan Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins pada Selasa (22/9) menyatakan dukungan terhadap kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed pada pekan lalu, dengan alasan kekhawatiran terhadap inflasi.

Pasar berjangka kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mencapai 54%. Sementara itu, sekitar 33 basis poin pengetatan kebijakan moneter telah diperhitungkan hingga akhir tahun.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi turut menopang dolar AS terhadap euro, pound sterling, dan dolar Kanada. Euro bertahan di sekitar US$ 1,1440 dan mendekati level terendah dalam dua bulan.

Kekhawatiran energi Eropa

Investor juga mencermati dampak kebijakan energi AS terhadap inflasi Eropa. Pernyataan Trump mengenai kemungkinan pelarangan ekspor diesel AS dinilai dapat meningkatkan tekanan inflasi di Eropa karena kawasan tersebut cukup bergantung pada pasokan diesel dari AS.

Eropa juga menghadapi keterbatasan pasokan gas alam yang berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi menjelang musim dingin.

Baca Juga: Sekjen PBB: Solusi Dua Negara Palestina-Israel Tak Punya Alternatif

Di pasar valuta asing, dolar AS naik tipis terhadap yen ke level 157,60. Pelaku pasar masih mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang apabila yen melemah melewati level 160 per dolar AS.

Sementara di pasar komoditas, harga emas turun 0,3% menjadi US$ 4.341 per ons troi. Harga tembaga mendekati level tertinggi sepanjang masa setelah mencatat kenaikan sekitar 18% sepanjang tahun ini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×