kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.744   8,00   0,05%
  • IDX 6.423   52,61   0,83%
  • KOMPAS100 852   8,78   1,04%
  • LQ45 644   9,38   1,48%
  • ISSI 229   1,34   0,59%
  • IDX30 367   5,93   1,64%
  • IDXHIDIV20 454   6,55   1,47%
  • IDX80 98   1,05   1,09%
  • IDXV30 126   0,54   0,43%
  • IDXQ30 119   2,04   1,75%

Bursa Asia Melemah Empat Hari Beruntun Rabu (20/5), Pasar Menanti Kinerja Nvidia


Rabu, 20 Mei 2026 / 09:25 WIB
Bursa Asia Melemah Empat Hari Beruntun Rabu (20/5), Pasar Menanti Kinerja Nvidia
ILUSTRASI. Bursa Asia - JAPAN-STOCKS (AFP/PHILIP FONG)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut di tengah lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik.

Pelaku pasar kini menanti laporan keuangan raksasa chip AI Nvidia yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah pasar global di tengah tingginya biaya pinjaman.

Baca Juga: Bursa Saham Korsel Terkoreksi Hampir 2% Rabu (20/5), Aksi Jual Asing Tekan KOSPI

Tekanan di pasar obligasi global berlanjut setelah investor meningkatkan taruhan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi 16 bulan di 4,687%, sementara yield obligasi tenor 30 tahun naik ke 5,198%, level tertinggi sejak 2007.

Kondisi tersebut menekan pasar saham global karena kenaikan yield membuat biaya pendanaan perusahaan menjadi lebih mahal dan mengurangi daya tarik aset berisiko.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang melemah 1,6% dan indeks KOSPI Korea Selatan turun 2%.

Di China, indeks saham unggulan turun 0,4%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,7%.

Baca Juga: AI Bikin Serangan Siber Makin Cepat, Kebocoran Data Global Melonjak

Kontrak berjangka saham Eropa juga melemah 0,5%. Sementara futures Nasdaq bergerak datar dan futures S&P 500 turun 0,1%.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan, pelemahan pasar saat ini masih tergolong koreksi wajar setelah reli besar yang terjadi sebelumnya.

“Yield AS jelas menciptakan tekanan di pasar dan kini menjadi perhatian utama investor,” ujarnya.

Menurut Sycamore, Nvidia kemungkinan tetap mencatat hasil solid, tetapi pasar mulai meragukan kemampuan perusahaan untuk terus mencetak kejutan besar seperti sebelumnya.

Nvidia dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama setelah penutupan pasar AS pada Rabu waktu setempat.

Berdasarkan survei analis LSEG, pendapatan Nvidia diperkirakan melonjak hampir 80% secara tahunan menjadi mendekati US$79 miliar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Rabu (20/5) Pagi, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir

Di pasar energi, harga minyak masih bertahan tinggi di atas US$110 per barel meski sedikit melemah. Harga minyak Brent turun 0,2% menjadi US$111,07 per barel.

Pasar tetap mencermati konflik di Timur Tengah setelah Selat Hormuz masih efektif tertutup. Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan serangan terhadap Iran masih terbuka, sehari setelah ia menyebut penyerangan ditunda untuk memberi ruang negosiasi dengan Teheran.

Sementara itu di Beijing, Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin, kurang dari sepekan setelah kunjungan Trump yang menjadi sorotan dunia.

Di pasar valuta asing, dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam pekan terhadap mata uang utama lainnya.

Yen Jepang diperdagangkan di level 159,05 per dolar AS setelah dolar menguat selama tujuh sesi berturut-turut.

Baca Juga: CEO HSBC: AI Akan Pangkas Banyak Pekerjaan, Karyawan Diminta Jangan Melawan Perubahan

Penguatan dolar tersebut hampir menghapus dampak intervensi pemerintah Jepang pada akhir April lalu untuk mempertahankan yen di sekitar level 160 per dolar AS.

Euro diperdagangkan di level US$1,1594, mendekati posisi terendah sejak 8 April. Sementara poundsterling berada di US$1,3380, tidak jauh dari level terendah enam pekan.

Harga emas turut melemah 0,4% menjadi US$4.463 per ons troi, level terendah sejak akhir Maret, tertekan oleh penguatan dolar AS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×