kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.009   11,00   0,06%
  • IDX 6.032   -115,54   -1,88%
  • KOMPAS100 781   -17,51   -2,19%
  • LQ45 600   -11,66   -1,91%
  • ISSI 208   -4,32   -2,04%
  • IDX30 333   -5,89   -1,74%
  • IDXHIDIV20 422   -5,52   -1,29%
  • IDX80 89   -1,96   -2,15%
  • IDXV30 113   -2,19   -1,90%
  • IDXQ30 108   -1,36   -1,24%

Bursa Australia Melemah Selasa (29/9), Jelang Keputusan Suku Bunga RBA


Selasa, 29 September 2026 / 08:39 WIB
Bursa Australia Melemah Selasa (29/9), Jelang Keputusan Suku Bunga RBA
ILUSTRASI. Bursa Australia - ASX (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026), menjelang keputusan suku bunga bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) yang diperkirakan kembali menaikkan suku bunga.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,1% menjadi 8.670,10 pada pukul 00.33 GMT, setelah ditutup menguat 0,2% pada perdagangan Senin.

Pasar telah memperkirakan RBA menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,60%. Jika terealisasi, kenaikan tersebut akan menjadi yang keempat dilakukan RBA sepanjang tahun ini.

Baca Juga: OpenAI Batalkan Peluncuran GPT-6.1 Astra karena Masalah Keamanan

Investor kini mencermati pernyataan RBA setelah keputusan suku bunga untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Pasar terutama ingin mengetahui apakah bank sentral masih membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya.

Perhatian investor juga tertuju pada data inflasi Australia untuk Agustus yang akan dirilis pada Rabu (30/9/2026).

Data tersebut menjadi penting setelah inflasi inti yang lebih kuat dari perkiraan pada Juli kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai tekanan harga yang persisten.

Dari sisi sektoral, saham sektor keuangan turun 0,5%. Empat bank besar Australia atau Big Four masing-masing terkoreksi antara 0,4% hingga 0,6%.

Saham energi juga melemah 0,8% dan berada di level terendah sejak pertengahan Agustus. Sektor pertambangan emas turun 0,5% setelah harga emas dunia menyentuh level terendah dalam tujuh pekan.

Baca Juga: Harga Kedelai Tertekan Selasa (29/9), China Tak Pangkas Tarif Impor dari AS

Sementara itu, indeks sektor pertambangan secara keseluruhan masih menguat 0,4%. Saham sektor properti dan barang konsumsi primer masing-masing turun 0,9% dan 0,5%.

Sektor kesehatan menjadi salah satu penopang bursa dengan kenaikan 0,7% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Februari.

Saham teknologi juga melonjak hingga 4% setelah melemah selama dua sesi berturut-turut dan menyentuh level tertinggi dalam sepekan.

Saham Megaport menjadi salah satu penggerak utama sektor teknologi dengan kenaikan hingga 20,5%.

Penguatan terjadi setelah perusahaan mengamankan tiga kontrak infrastruktur AI dengan total nilai A$978,6 juta atau sekitar US$686,19 juta. Megaport juga menaikkan proyeksi kinerja keuangan untuk 2027.

Baca Juga: Yield Obligasi Jepang Dekati Level Tertinggi 30 Tahun, Lelang JGB Jadi Sorotan

Sementara itu, saham Codan melonjak 17,9% ke rekor A$61,30 setelah perusahaan memperkirakan laba bersih setelah pajak tahunan mencapai A$160 juta, naik dari A$71,2 juta pada tahun sebelumnya.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,5% menjadi 13.755,90.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×