kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bursa saham Asia berguguran di tengah proyeksi pelemahan ekonomi China


Rabu, 15 September 2021 / 15:32 WIB
Bursa saham Asia berguguran di tengah proyeksi pelemahan ekonomi China
ILUSTRASI. Bursa saham China. (Photo by Budrul Chukrut / SOPA Images)

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Hari ini bursa saham Asia melemah di tengah proyeksi perlambatan ekonomi China. Hal ini memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena bisnis terganggu akibat pandemi dan rencana bank sentral untuk mengurangi stimulus. 

Mengutip berita Reuters, Rabu (15/9), indeks MSCI mencatat saham - saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,61%. Sementara indeks Nikkei Tokyo turun 0,49%, bergerak dari penutupan tertinggi.

Tak hanya itu, indeks acuan Hang Seng Hong Kong turun 1,4% karena saham bisnis kasino jatuh setelah Makau memulai konsultasi publik yang dikhawatirkan investor akan mengarah pada peraturan yang lebih ketat di pusat perjudian terbesar di dunia.

Indeks yang melacak saham game turun 20%, sementara Wynn Macau turun sebanyak 34 persen ke rekor terendah.

Baca Juga: Pasukan darat Jepang menggelar latihan militer nasional pertama dalam 30 tahun

Ledakan data dari China menunjukkan pertumbuhan di sektor pabrik dan ritelnya terus goyah pada Agustus dengan output dan pertumbuhan penjualan mencapai posisi terendah satu tahun karena wabah virus corona baru dan gangguan pasokan mengancam pemulihan ekonomi.

Penjualan ritel tumbuh pada laju paling lambat sejak Agustus 2020 dan meleset dari ekspektasi analis. Sementara output industri juga naik pada laju yang lebih lemah dari Juli lalu. 

Kondisi tersebut menggarisbawahi tanda-tanda baru-baru ini dari melemahnya ekonomi  China dan menambah ekspektasi bahwa Beijing perlu menawarkan lebih banyak langkah dukungan pada bulan-bulan mendatang. "Ini bukan penurunan, ini adalah tren penurunan yang akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun ini," kata kepala ekonom China di ING Iris Pang.

Guna mengantisipasi penurunan 0,5% persentase penurunan dari rasio persyaratan cadangan bank-bank China (RRR) pada Oktober mendatang, menurutnya diperlukan lebih banyak dukungan fiskal bagi perusahaan kecil maupun menengah.

Sebelumnya, saham pengembang properti Evergrande jatuh hingga 5,1% atau level terendah sejak Januari 2014 lalu. Sebab, perusahaan tengah kesulitan keuangan untuk membayar pinjaman kepada kreditur dan pemasok. 

Baca Juga: Kasus mingguan COVID-19 global turun 13%, penurunan signifikan pertama dalam 2 bulan

Lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan, akan banyak sektor dapat terkena risiko kredit yang tinggi jika pengembang properti nomor dua di China mengalami gagal bayar. Meskipun dampak secara keseluruhan pada sektor perbankan akan dapat dikelola.

Setelah data tersebut, saham unggulan China turun 0,73%. Namun memangkas kerugian sebelumnya di tengah harapan Beijing untuk meluncurkan lebih banyak stimulus.




TERBARU

[X]
×