Sumber: CoinDesk | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform perdagangan kripto Bybit telah secara resmi menyatakan "perang terhadap Lazarus", setelah mengalami peretasan besar-besaran senilai hampir US$1,5 miliar (Rp 24 triliun) yang mengguncang pasar kripto.
Dalam upaya melacak dan membekukan dana hasil kejahatan tersebut, Bybit meluncurkan situs pelacakan dompet digital kelompok Lazarus, yang bertujuan untuk menggalang upaya investigasi secara kolektif.
Program Bounty: Bybit Tawarkan 5% untuk Informasi yang Berhasil
CEO Bybit, Ben Zhou, mengumumkan langkah ini melalui unggahan di media sosial, menyebutkan bahwa situs ini adalah program bounty pertama yang menawarkan transparansi penuh atas aktivitas pencucian uang yang dilakukan kelompok Lazarus.
Baca Juga: Bybit Alami Serangan Siber! Peretas Gasak Rp 24,45 Triliun
Pengguna dapat menghubungkan dompet digital mereka ke situs untuk membantu melacak dana hasil peretasan. Jika informasi yang diberikan berhasil membantu membekukan aset yang dicuri, pelapor akan mendapatkan bounty sebesar 5% dari total dana yang dibekukan. Zhou menegaskan bahwa pembayaran akan dilakukan segera setelah aset dibekukan.
"Kami telah menugaskan tim khusus untuk mengelola dan memperbarui situs ini. Kami tidak akan berhenti sampai Lazarus dan aktor jahat lainnya di industri ini dieliminasi. Di masa depan, kami juga akan membuka inisiatif ini bagi korban lain dari serangan Lazarus," ujar Zhou.
Sudah 6.338 Alamat Terkait Lazarus Dilacak, US$42,3 Juta Telah Dibekukan
Sejauh ini, 6.338 alamat dompet digital yang dikaitkan dengan kelompok peretas asal Korea Utara itu telah dilacak melalui situs baru Bybit. Dari jumlah tersebut, sekitar US$42,3 juta telah berhasil dibekukan, yang setara dengan 3% dari total dana yang dicuri.
Langkah Bybit ini menjadi salah satu upaya paling agresif dalam melawan kelompok peretas yang terkenal dengan berbagai aksi pencurian aset digital berskala besar.
Baca Juga: Kelompok Peretas Korea Utara Ini Diduga Menjadi Dalang Pembobolan Bybit Rp 23 Triliun
Peretasan Bybit: Serangan Terbesar dalam Sejarah Kripto
Peretasan terhadap Bybit pada Jumat lalu disebut-sebut sebagai "pencurian kripto terbesar sepanjang sejarah", dengan jumlah kerugian yang jauh melampaui kasus peretasan lainnya. Insiden ini juga menyebabkan gejolak di pasar kripto, dengan harga aset digital anjlok secara signifikan setelah berita peretasan tersebar.
Kelompok Lazarus, yang diyakini beroperasi di bawah rezim Korea Utara, telah lama menjadi momok bagi industri kripto dan sering dikaitkan dengan berbagai serangan siber yang bertujuan untuk mendanai program nuklir Pyongyang.