ByteDance akan membagikan bonus kepada karyawannya di tengah tekanan AS kepada TikTok

Selasa, 08 September 2020 | 14:10 WIB Sumber: Reuters
ByteDance akan membagikan bonus kepada karyawannya di tengah tekanan AS kepada TikTok

ILUSTRASI. Tiktok. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


KONTAN.CO.ID - BEIJING / SHANGHAI. Pemilik TikTok, ByteDance akan membagikan bonus tunai kepada karyawan yang bekerja untuk membantunya mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 dan perubahan lingkungan makro.

Karyawan tetap yang telah bekerja selama 26 hari kerja atau lebih antara Juli hingga Agustus akan diberikan bonus senilai setengah dari gaji pokok Agustus mereka, menurut surat dari ByteDance kepada karyawannya yang dilihat oleh Reuters.

“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi Anda,” kata surat itu. ByteDance mengatakan memiliki lebih dari 60.000 karyawan secara global.

Bonus bisa mencapai ratusan juta yuan, berdasarkan iklan perekrutan ByteDance dan sumber perusahaan. ByteDance mengkonfirmasi surat tersebut tetapi tidak memberikan rinciannya.

Baca Juga: SoftBank mulai jajaki rencana pembelian TikTok di India

ByteDance telah berada di bawah pengawasan global di tengah kekhawatiran tentang pengumpulan data pribadi TikTok dan penyensoran konten politik. Amerika Serikat telah mengatakan akan melarang aplikasi video pendek tersebut kecuali ByteDance menjual operasi aplikasi tersebut di AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

ByteDance mengatakan pemerintah China tidak memiliki yurisdiksi atas konten TikTok. TikTok juga menghadapi tantangan di India, di mana itu termasuk di antara puluhan aplikasi China yang dilarang pada Juni menyusul bentrokan perbatasan antar negara. "Tim TikTok dan terutama tim kesepakatan telah bekerja dari hari ke hari," kata sumber perusahaan.

Pendiri dan CEO ByteDance, Zhang Yiming, mengatakan dalam surat sebelumnya bahwa staf telah bekerja "berjam-jam" di tengah "kebisingan" di sekitarnya.

Bonus tunai ByteDance, yang datang ketika banyak perusahaan menghadapi tekanan keuangan karena COVID-19 dan ekonomi yang melambat, pada hari Selasa menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di Maimai, LinkedIn versi China.

Akhir tahun lalu, raksasa telekomunikasi China Huawei juga mengatakan akan membagikan 2 miliar yuan (US$ 293 juta) sebagai hadiah tunai kepada staf sebagai tanda pengakuan atas pekerjaannya dalam menghadapi daftar hitam perdagangan AS.

Selanjutnya: China keluarkan aturan baru, Bytedance tak bisa jual TikTok tanpa izin pemerintah

 

Editor: Handoyo .

Terbaru