Cacar monyet muncul lagi di AS setelah 18 tahun, ini gejalanya

Jumat, 23 Juli 2021 | 09:55 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Cacar monyet muncul lagi di AS setelah 18 tahun, ini gejalanya

ILUSTRASI. Warga negara asing melewati alat pemindai suhu tubuh di Bandara Ngurah Rai. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus Monkeypox atau cacar monyet. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/ama.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Baru-baru ini, kasus cacar monyet yang langka terdeteksi di negara bagian Texas, AS. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ini menandai kasus pertama yang tercatat di negara bagian tersebut. 

"Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Layanan Kesehatan Negara Texas mengkonfirmasi pada 15 Juli kasus cacar monyet pada seorang penduduk AS yang baru-baru ini melakukan perjalanan dari Nigeria ke Amerika Serikat," kata CDC dalam siaran pers. 

Melansir zeenews.india.com, orang yang terinfeksi, yang melakukan perjalanan dari Lagos, Nigeria, ke Dallas dengan singgah di Atlanta, saat ini dirawat di rumah sakit di kota Dallas. 

Rilis CDC mengungkapkan bahwa pejabat kesehatan berhubungan dengan penumpang maskapai dan orang lain yang mungkin telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

Baca Juga: Amerika Serikat melacak penyakit cacar monyet ke 27 negara bagian

Wabah cacar monyet terakhir di AS terjadi pada tahun 2003 dan lebih dari 47 orang terkena virus tersebut. Hasil pelacakan menuju pada anjing peliharaan di sebuah padang rumput di Midwest.

CDC menggambarkan cacar monyet sebagai penyakit virus yang langka namun berpotensi serius yang biasanya dimulai dengan penyakit seperti flu dan pembengkakan kelenjar getah bening dan berkembang menjadi ruam yang meluas di wajah dan tubuh.

Baca Juga: Catat, inilah gejala cacar air dan cara mengobatinya

Apa itu cacar monyet?

Menurut CDC, cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit mirip cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Itulah sebabnya dinamakan 'cacar monyet'. 

Kasus cacar monyet pertama pada manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo selama periode upaya intensif untuk menghilangkan cacar. 

Sejak itu, cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di negara-negara Afrika tengah dan barat lainnya.

Reservoir alami cacar monyet masih belum diketahui. Namun, spesies hewan pengerat Afrika diduga berperan dalam penularan. CDC percaya penyebaran cacar monyet melalui tetesan pernapasan ke orang lain di pesawat dan di bandara.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru