kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Carrefour SA memproyeksi laba turun 20% di tahun ini


Kamis, 13 Oktober 2011 / 12:43 WIB
ILUSTRASI. Selain Genshin Impact, berikut daftar pilihan game terbaik di Google Play Store 2020


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

PARIS. Carrefour SA. memangkas proyeksi laba tahun ini untuk yang kedua kali. Peritel kedua terbesar di dunia ini memperkirakan, laba perusahaan akan turun hingga sebesar 20% di 2011.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Carrefour juga telah menggunting proyeksi laba. Perusahaan memprediksi, laba di 2011 bakal turun sebesar 15%.

Chief Executive Officer Lars Olofsson mengungkapkan, perusahaan dihadapkan dengan kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu. "Ini masalah kehati-hatian. Kami memperlebar kisaran penurunan pendapatan operasional berkisar 15% hingga 20%," ujarnya di Paris, hari ini.

Pada kuartal ketiga, penjualan Carrefour tercatat senilai 22,8 miliar euro atau setara US$ 31,5 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibanding proyeksi analis yang mencapai 22,9 miliar euro. Carrefour menyesuaikan harga dan merenovasi toko terbesarnya sebagai cara mengangkat kembali laba, di tengah persaingan yang ketat di Perancis.

Analis Royal Bank of Scotland Group Plc. Justin Scarborough menyebut, kondisi makro sepertinya akan semakin sulit di Perancis, Spanyol, Italia dan Yunani. Padahal, keempat negara tersebut menyumbang 62% pada penjualan total Carrefour.

Komisi Eropa menyebut, risiko terhadap prospek ekonomi Eropa telah meningkat karena pemerintah berjuang untuk mengatasi krisis utang di kawasan tersebut. Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan, Perancis mungkin memasuki resesi di tahun depan, seiring pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro yang melambat menjadi 0,1%.


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×