kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,46   -4,42   -0.49%
  • EMAS953.000 -0,83%
  • RD.SAHAM -0.22%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

CEO Moderna: Vaksin Covid-19 akan dikenakan biaya US$ 25-US$ 37 per dosis


Minggu, 22 November 2020 / 07:16 WIB
CEO Moderna: Vaksin Covid-19 akan dikenakan biaya US$ 25-US$ 37 per dosis
ILUSTRASI. Vaksin Covod-19 keluaran Moderna

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Moderna akan mengenakan biaya antara US$ 25 hingga US$ 37 per dosis, untuk kandidat vaksin Covid-19. Menurut Chief Executive Officer Moderna Stephane Bancel, besaran biaya tersebut tergantung pada jumlah yang dipesan. 

"Karena itu, biaya vaksin kami hampir sama dengan suntikan flu, yaitu antara US$ 10 hingga US$ 50," kata Bancel kepada surat kabar Jerman Welt am Sonntag (WamS) seperti dikutip Reuters.

Pada hari Senin, seorang pejabat Uni Eropa yang terlibat dalam pembicaraan tersebut mengatakan Komisi Eropa ingin mencapai kesepakatan dengan Moderna untuk penyediaan jutaan dosis kandidat vaksinnya dengan harga di bawah US$ 25 per dosis.

Baca Juga: Good news! Orang terinfeksi Covid-19 tak akan tertular lagi dalam jangka pendek

"Belum ada yang ditandatangani, tapi kami hampir mencapai kesepakatan dengan Komisi Uni Eropa. Kami ingin mengirimkannya ke Eropa dan sedang dalam pembicaraan konstruktif," jelas Bancel kepada WamS. 

Dia pun menyebut, pembicaraan antara Komisi Uni Eropa dan Moderna kini hanya menyisakan "masalah hari" sampai kontrak tersebut siap dibuat. 

Sebelumnya, Moderna sudah mengumumkan bahwa vaksin eksperimentalnya 94,5% efektif dalam mencegah Covid-19. Persentase tersebut berdasarkan data sementara dari uji klinis tahap akhir.

Moderna pun menjadi pengembang kedua yang melaporkan hasil uji coba yang jauh melebihi harapan setelah Pfizer dan mitranya BioNTech di pekan sebelumnya.

Asal tahu saja, Komisi UE telah melakukan pembicaraan dengan Moderna untuk vaksin Covid-19 eksperimental setidaknya sejak Juli

 

Selanjutnya: WHO larang penggunaan obat remdesivir untuk pasien Covid-19

 




TERBARU
Managing Procurement Economies of Scale Batch 5 MENAGIH UTANG ITU MUDAH

[X]
×