kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China bentuk pengelola NPL guna bersihkan risiko kredit akibat fintech bermasalah


Senin, 24 Februari 2020 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Warga China memegang yuan. Regulator perbankan di China tengah mempertimbangkan untuk membentuk pengelola kredit bermasalah gara-gara masalah fintech. REUTERS/Jason Lee/File Photo


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Manajer aset regional baru, setelah disetujui, pada awalnya akan fokus pada pinjaman buruk P2P sebelum secara bertahap memperluas ruang lingkup bisnisnya ke aset tertekan lainnya.

Saat dihubungi, CBIRC tidak segera membalas permintaan komentar. Bisnis pinjaman online di China lahir saat gelombang deregulasi. Itu dimaksudkan untuk memberikan peminjam kecil lebih banyak akses ke sistem keuangan sambil memungkinkan penabung untuk mengumpulkan hasil dua digit.

Baca Juga: Pepsi akuisisi Be & Cherry senilai US$ 705 juta

Tetapi ketika berita penipuan dan wanprestasi menyebar dan pasar terperangkap dalam tindakan keras Presiden Xi Jinping terhadap risiko keuangan, industri ini mulai menyusut.

Outstanding kredit fintech lending anjlok 48% selama sembilan bulan pertama 2019 di saat kota-kota termasuk Shanghai memerintahkan penutupan terhadap pemain fintech terbesar dalam beberapa bulan terakhir.




TERBARU

[X]
×