kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

China Berjanji Kendalikan Gelembung Teknologi dan Batasi Risiko AI


Jumat, 09 Oktober 2026 / 20:22 WIB
China Berjanji Kendalikan Gelembung Teknologi dan Batasi Risiko AI
ILUSTRASI. China akan memperketat pengawasan terhadap upayanya mengembangkan teknologi canggih, dengan tujuan meredam gelembung investasi AI. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan memperketat pengawasan terhadap upayanya mengembangkan teknologi canggih, dengan tujuan meredam gelembung investasi sekaligus memastikan kecerdasan buatan (AI) tetap "aman, andal, dan dapat dikendalikan", menurut pedoman kebijakan yang diterbitkan pada hari Jumat.

Mengutip Reuters, Jumat (9/10/2026), di saat Beijing meningkatkan dukungan bagi manufaktur berteknologi tinggi dan industri strategis demi mendorong kemandirian teknologi di tengah persaingan dengan AS, pedoman tersebut memperingatkan agar tidak melakukan investasi gegabah dan ekspansi berlebihan ke sektor-sektor yang sedang berkembang.

"Mengembangkan kekuatan produktif baru merupakan kebutuhan inheren dan fokus penting untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi," demikian kutipan Xinhua dari pedoman yang diterbitkan oleh Partai Komunis yang berkuasa dan kabinet tersebut.

Presiden Xi Jinping memperkenalkan istilah "kekuatan produktif baru" pada tahun 2023, yang menekankan pada penelitian ilmiah, terobosan teknologi, dan peningkatan industri di seluruh basis manufaktur China.

Baca Juga: Serangan Houthi Guncang Bandara Riyadh, Tiga Orang Tewas dan Penerbangan Terganggu

Pedoman tersebut menyatakan bahwa China akan mengupayakan terobosan dalam teori AI dan teknologi inti, memperkuat pasokan daya komputasi, algoritma, dan data, serta mendirikan basis percontohan nasional untuk penerapan AI di sektor industri. 

Pedoman itu juga menyerukan adanya sistem pemantauan teknologi, peringatan risiko, dan tanggap darurat untuk memastikan AI tetap "aman, andal, dan dapat dikendalikan".

China akan menerapkan sepenuhnya inisiatif "AI Plus", dengan memanfaatkan AI untuk memodernisasi industri tradisional dan mempercepat peluncuran produk cerdas, termasuk kendaraan energi baru yang saling terhubung (connected vehicles), ponsel dan komputer berbasis AI, serta robot humanoid, menurut dokumen tersebut.

Pedoman itu juga berkomitmen untuk memperkuat inovasi yang "orisinal dan disruptif" dalam teknologi inti serta memanfaatkan "sistem nasional baru" yang dipimpin negara untuk mempercepat pengembangan dan penerapan produk-produk unggulan. 

Pada saat yang sama, para pejabat diminta untuk memprioritaskan sektor ekonomi riil serta menghindari gelembung ekonomi, pengosongan basis industri, investasi yang tidak terarah, dan aksi serentak yang membabi buta untuk terjun ke sektor teknologi tinggi.

China akan "melarang keras penyalahgunaan kebijakan secara ilegal atau tidak patut dengan dalih pengembangan kekuatan produktif baru," demikian bunyi pedoman tersebut, seraya menambahkan bahwa pejabat yang bertanggung jawab atas kerugian besar akibat investasi yang tidak terarah akan dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga: Badan PBB Ini Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat Tahun Ini

Dokumen tersebut juga menyerukan pengembangan yang sehat dan tertib bagi ekonomi ketinggian rendah—yakni sektor usaha yang mencakup drone sipil, taksi udara, pesawat kecil, dan layanan terkait—sembari tetap menjamin aspek keselamatan.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×