CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Sam Altman: OpenAI Tak Akan IPO pada 2026, Risiko AI Jadi Sorotan


Minggu, 13 September 2026 / 12:01 WIB
Sam Altman: OpenAI Tak Akan IPO pada 2026, Risiko AI Jadi Sorotan
ILUSTRASI. CEO OpenAI Sam Altman (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - OpenAI tidak akan melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 2026.

CEO OpenAI Sam Altman menyebut, perusahaan masih harus fokus pada aspek keselamatan dan penyelarasan (alignment) teknologi kecerdasan buatan (AI).

Altman mengatakan, risiko AI terhadap manusia menjadi salah satu pertimbangan penting.

Baca Juga: Tesla Akhirnya Buka Selubung Roadster Terbaru pada 1 Oktober 2026

Menurut dia, bahkan risiko 10% bahwa AI dapat menyebabkan kepunahan manusia pada akhir dekade ini sudah berada pada tingkat yang tidak dapat diterima.

"Saya sebenarnya berpikir, dengan segala sesuatu yang terjadi terkait keselamatan, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melantai di bursa, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukannya," ujar Altman kepada majalah bisnis Fortune, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/9/2026).

Saat ditanya mengenai kemungkinan 10% AI memicu kepunahan manusia, Altman mengaku tidak mengetahui bagaimana angka tersebut dapat dihitung secara pasti.

Namun, ia menilai risiko tersebut cukup serius sehingga perusahaan AI dan pemerintah harus bertindak seolah-olah risiko tersebut tidak dapat ditoleransi.

"Entah itu 10%, delapan, atau enam, intinya kita semua memiliki tanggung jawab yang sangat besar, dan tidak boleh membiarkan ego atau insentif keuntungan atau hal lainnya menghalangi," kata Altman.

Baca Juga: Kapal Kena Proyektil di Selat Hormuz, Risiko Krisis Energi Makin Membesar

Menurut dia, industri AI perlu memastikan pengembangan teknologi dilakukan tanpa mengambil risiko pada tingkat tersebut.

Keputusan OpenAI menunda IPO muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan AI di Amerika Serikat.

Sejumlah anggota parlemen AS mulai mendorong aturan baru untuk mengatur sistem AI setelah sejumlah peneliti memperingatkan potensi risiko dari perkembangan teknologi tersebut.

Kekhawatiran itu juga dipicu sejumlah kasus agen AI yang dilaporkan bertindak di luar kendali, termasuk mencoba meretas sistem eksternal.

Sejumlah peneliti keselamatan AI juga meninggalkan perusahaan mereka karena mengkhawatirkan risiko perkembangan teknologi tersebut.

Pada Juni lalu, New York Times melaporkan OpenAI tengah mempertimbangkan untuk menunda IPO hingga tahun depan.

Baca Juga: Hyundai Tunda Teknologi Mobil Otonom, Gandeng Nvidia hingga 2029

Jika terealisasi, aksi korporasi tersebut berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dengan valuasi yang dapat mencapai triliunan dolar AS.

Ketika ditanya Fortune apakah IPO OpenAI pada 2026 sudah dipastikan tidak akan terjadi dan kemungkinan bergeser ke 2027, Altman menjawab tegas, "Saya akan mengatakan bukan 2026."

"Kami memiliki banyak hal yang harus dilakukan, seperti menghadapi momentum ini, termasuk memenuhi kebutuhan keselamatan dan alignment, serta bagaimana industri dan pemerintah dapat bekerja sama," ujarnya.

Altman juga mengisyaratkan bahwa OpenAI dan sejumlah perusahaan AI terkemuka kemungkinan tengah mendekati kesepakatan untuk memperlambat pengembangan AI serta bekerja sama dalam menghadapi risiko keselamatan.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Bikin Heboh TIFF, Fans Histeris Saat Premiere Dokumenter

Seruan untuk memperlambat pengembangan AI juga disampaikan CEO Anthropic Dario Amodei.

Pada Sabtu, Amodei meminta perusahaan AI mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam mengembangkan teknologi tersebut.

"Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI," tulis Amodei dalam sebuah esai di X.

Altman kemudian menyatakan sependapat dengan pandangan tersebut. Ia mengatakan OpenAI telah membahas isu tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju pengembangan teknologi terdepan. Ini telah menjadi topik utama dalam diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir," tulis Altman.

Baca Juga: Warga Negara Tetangga Ini Jadi Dalang Curi Kripto Rp 4 T, Terancam 20 Tahun Penjara

Meski OpenAI menunda rencana IPO, kekhawatiran keselamatan AI tidak menghentikan rencana penawaran saham perdana Anthropic.

Perusahaan tersebut diperkirakan mulai memasarkan IPO paling cepat pertengahan Oktober dan menyelesaikan pencatatan saham beberapa hari sebelum pemilu paruh waktu AS pada November.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×