CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Hyundai Tunda Teknologi Mobil Otonom, Gandeng Nvidia hingga 2029


Minggu, 13 September 2026 / 07:50 WIB
Hyundai Tunda Teknologi Mobil Otonom, Gandeng Nvidia hingga 2029
ILUSTRASI. Hyundai (REUTERS/Amit Dave)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Hyundai Motor Group akan meluncurkan kendaraan dengan sistem bantuan pengemudi yang dikembangkan secara mandiri pada akhir 2029.

Jadwal tersebut mundur dua tahun dari rencana sebelumnya, sehingga Hyundai memilih memperdalam kerja sama dengan Nvidia untuk mempercepat pengembangan teknologi kendaraan otonom.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Bikin Heboh TIFF, Fans Histeris Saat Premiere Dokumenter

Produsen otomotif asal Korea Selatan itu akan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan sistem advanced driver-assistance systems (ADAS) Level 2+ dan Level 2++ pada 2028, sebelum akhirnya menggunakan sistem perangkat lunak internal Hyundai.

Eksekutif Hyundai Motor Group Park Min-woo mengatakan, kerja sama dengan Nvidia tidak berarti Hyundai menyerahkan sepenuhnya pengembangan teknologi kendaraan otonom kepada perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut.

"Kerja sama kami dengan Nvidia bukan berarti menyerahkan sepenuhnya masa depan kami kepada mereka," ujar Park dalam konferensi dengan media.

Menurut Park, Hyundai akan mengembangkan teknologi tersebut bersama Nvidia. Data yang dikumpulkan dari sistem Nvidia juga akan digunakan untuk melatih dan menyempurnakan platform perangkat lunak milik Hyundai yang diberi nama Atria.

Baca Juga: Warga Negara Tetangga Ini Jadi Dalang Curi Kripto Rp 4 T, Terancam 20 Tahun Penjara

Penundaan sistem internal Hyundai menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan perangkat lunak kendaraan otonom secara mandiri. Sebelumnya, Hyundai menargetkan peluncuran teknologi tersebut pada akhir 2027.

Perubahan jadwal ini juga memunculkan kekhawatiran Hyundai akan semakin tertinggal dari Tesla dan produsen mobil asal China dalam persaingan mengomersialkan teknologi kendaraan otonom.

Park, yang sebelumnya merupakan eksekutif Nvidia dan bergabung dengan Hyundai pada Januari, menjadi salah satu tokoh yang mendorong semakin eratnya hubungan kedua perusahaan.

Strategi tersebut berbeda dengan pendekatan pendahulunya, Song Chang-hyeon, yang lebih berfokus pada pengembangan perangkat lunak secara internal sebelum meninggalkan Hyundai secara mendadak pada Desember.

Baca Juga: Arsenal Sempurna, Liverpool dan Chelsea Mulai Tersendat di Premier League

Andalkan Kamera dan Radar

Kendaraan Hyundai yang menggunakan platform Nvidia Hyperion 10 pada tahap awal akan mengandalkan kamera, sensor ultrasonik, dan radar. Hyundai tidak akan menggunakan sensor lidar yang relatif mahal untuk sistem tersebut.

Namun, Hyundai mempertimbangkan penggunaan lidar untuk sistem otomatisasi Level 3. Teknologi Level 3 memungkinkan pengemudi melepas tangan dari kemudi dalam kondisi tertentu.

"Untuk benar-benar memastikan keselamatan, kami percaya redundansi sensor sangat penting. Jika satu sensor mengalami kegagalan, sensor lainnya harus mampu mempertahankan pengoperasian yang aman," kata Park.

Hyundai belum memberikan target waktu komersialisasi kendaraan dengan kemampuan Level 3 tersebut.

Baca Juga: Arteta Marah, Arsenal Tetap Sempurna Usai Kalahkan Sunderland 2-0

Hyundai Motor dan afiliasinya, Kia Corp, yang secara gabungan merupakan produsen otomotif terbesar ketiga di dunia dengan penjualan tahunan lebih dari 7 juta kendaraan, juga akan memanfaatkan skala armada global mereka untuk mengumpulkan data.

Data tersebut akan digunakan untuk melatih dan mengembangkan teknologi kendaraan otonom Hyundai.

Perusahaan menargetkan jumlah data berkendara yang dikumpulkan dapat melampaui pesaing pada 2033.

Kerja sama Hyundai dengan Nvidia kini juga semakin luas, mencakup teknologi kendaraan otonom, pusat data kecerdasan buatan (AI), hingga robot humanoid yang dikembangkan Boston Dynamics, perusahaan yang dimiliki Hyundai.

Untuk sistem Level 2+, teknologi umumnya menawarkan kemampuan bantuan mengemudi yang lebih canggih di jalan tol.

Baca Juga: KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Komitmen Didorong Jadi Hasil Nyata

Sementara Level 2++ dapat menangani kondisi berkendara perkotaan yang lebih kompleks, serupa dengan teknologi Full Self-Driving milik Tesla.

Meski demikian, kedua sistem tersebut masih mengharuskan pengemudi tetap mengawasi kendaraan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×