kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.944   1,00   0,01%
  • IDX 7.549   -161,71   -2,10%
  • KOMPAS100 1.052   -25,09   -2,33%
  • LQ45 772   -15,40   -1,95%
  • ISSI 266   -6,60   -2,42%
  • IDX30 411   -8,11   -1,94%
  • IDXHIDIV20 507   -8,29   -1,61%
  • IDX80 118   -2,80   -2,31%
  • IDXV30 137   -2,29   -1,65%
  • IDXQ30 133   -2,27   -1,68%

China Genjot Belanja Pertahanan 7%, Ancaman Taiwan Meningkat?


Jumat, 06 Maret 2026 / 06:36 WIB
China Genjot Belanja Pertahanan 7%, Ancaman Taiwan Meningkat?


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - China berencana meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7% pada tahun 2026. Angka ini menjadi kenaikan paling rendah dalam lima tahun terakhir, namun tetap lebih tinggi dibanding target pertumbuhan ekonomi China dan sebagian besar negara Asia.

Kenaikan anggaran militer tersebut diumumkan pada Kamis (5/3/2026)di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, termasuk terkait isu Taiwan.

Reuters melaporkan, para analis keamanan dan atase militer regional memantau dengan ketat anggaran pertahanan China. Negara itu sedang berupaya memodernisasi militernya secara besar-besaran dengan target rampung pada tahun 2035.

Selain itu, Beijing juga meningkatkan pengerahan militer di kawasan Asia Timur sekaligus melakukan pembersihan terhadap jajaran petinggi militer yang terlibat korupsi.

China Perkuat Kesiapan Tempur

Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan pemerintah akan meningkatkan kesiapan tempur serta mempercepat pengembangan kemampuan militer canggih.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan sidang tahunan parlemen China, di mana pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 4,5% hingga 5%.

Menurut Li, langkah tersebut akan memperkuat kemampuan strategis China dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta kepentingan pembangunan nasional.

Ia juga menegaskan bahwa Presiden Xi Jinping tetap menjadi pemimpin tertinggi dalam komando militer negara tersebut.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Mulai Buyback Saham Lagi, CEO Greg Abel Ikut Borong Rp 245 Miliar

Modernisasi Militer Terus Digenjot

Kenaikan anggaran 7% ini mengikuti tren tiga tahun terakhir yang rata-rata meningkat sekitar 7,2% per tahun. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan berbagai teknologi militer canggih, seperti:

  • rudal generasi baru
  • kapal perang modern
  • kapal selam canggih
  • sistem pengawasan militer terbaru

Pakar pertahanan dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, James Char, mengatakan pertumbuhan anggaran militer China selama ini relatif stabil jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi negara tersebut.

Menurutnya, belanja militer China biasanya tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi.

China Bersih-bersih Elite Militer

Di saat yang sama, pemerintah China juga melakukan pembersihan besar terhadap pejabat militer tingkat tinggi yang diduga terlibat korupsi.

Dua jenderal senior terseret dalam penyelidikan disipliner, yakni:

  • Zhang Youxia, sekutu lama Xi Jinping yang diselidiki pada Januari
  • He Weidong, yang dicopot dari jabatannya pada Oktober tahun lalu

Penyelidikan tersebut membuat struktur pimpinan Komisi Militer Pusat China kini hanya menyisakan dua tokoh utama, yakni Xi Jinping sebagai ketua dan wakil ketua baru Zhang Shengmin.

Analis keamanan di Taiwan, Wen-Ti Sung, menilai langkah ini menunjukkan Beijing ingin memperketat pengawasan terhadap pengeluaran militer.

Baca Juga: Imbas Konflik Iran: Harga Bensin AS Melonjak, Donald Trump Panik?

China Tegaskan Sikap terhadap Taiwan

Dalam pidatonya, Li Qiang juga menegaskan China akan terus melawan upaya kemerdekaan Taiwan serta menolak campur tangan pihak luar.

Menurutnya, Beijing akan terus mendorong reunifikasi nasional dan menjaga hubungan lintas Selat Taiwan tetap stabil.

Namun pemerintah Taiwan menegaskan masa depan pulau tersebut hanya bisa ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri.

Pemerintah Taipei juga menyatakan keprihatinan terhadap besarnya anggaran militer China di tengah kondisi ekonomi yang sedang melemah.

Anggaran Militer China Terbesar di Asia

Menurut laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), belanja militer China terus tumbuh lebih cepat dibanding negara-negara Asia lainnya.

Pada 2025, pengeluaran militer China mencapai hampir 44% dari total belanja pertahanan Asia, naik dari rata-rata 37% pada periode 2010–2020.

Tonton: Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp3.500 Triliun!

Total anggaran militer China tahun ini diperkirakan mencapai 1,91 triliun yuan atau sekitar US$ 277 miliar.

Meski besar, jumlah tersebut masih jauh di bawah anggaran pertahanan Amerika Serikat yang mencapai US$ 1 triliun.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×