kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

China kerahkan 100.000 tentara bebek lawan hama belalang di Pakistan


Jumat, 28 Februari 2020 / 16:34 WIB
China kerahkan 100.000 tentara bebek lawan hama belalang di Pakistan
ILUSTRASI. Pemilik ternak itik menggiring ternak ke dalam kandang usai dilepas di sawah di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/3). Selain berkebun dan bersawah, petani di Kecamatan Ranomeeto memilih beternak itik karena tergiur dengan om

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - XINJIANG. China berencana melawan hama belalang yang sedang melanda di Pakistan, dengan mengirim 100.000 "tentara" bebek. Kabar itu berembus setelah Islamabad mengumumkan keadaan darurat, buntut serangan kawanan belalang itu adalah yang terburuk dalam 20 tahun terakhir. 

Idenya mungkin terdengar konyol, tetapi "senjata biologis" ini dianggap lebih efektif daripada pestisida. Sebab, satu ekor bebek dapat memangsa lebih dari 70 belalang sehari. Itu yang dikatakan Lu ke Bloomberg

Baca Juga: Ribuan belalang menyerang, Afrika Timur berkejaran dengan waktu

"Bebek suka tinggal dalam kelompok, sehingga mereka lebih mudah dikelola daripada ayam," terangnya pada media China.  Pasukan bebek ini akan memulai misinya dari daerah Xinjiang yang gersang dan kering, sebelum berangkat ke Pakistan. 

Di Pakistan, 100.000 "tentara" bebek tersebut akan menjalani misi di provinsi Sindh, Balochistan, dan Punjab. 

Dilansir dari BBC Kamis (27/2/2020), Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat awal bulan ini dengan mengatakan bahwa jumlah belalang meningkat drastis.  Hama belalang ini juga meresahkan warga di bagian timur Arika, karena telah merusak tanaman mereka.

Menghentikan hama belalang sangat penting bagi China karena negara pimpinan Xi Jinping tersebut berbatasan langsung dengan negara-negara Asia Selatan. 

Baca Juga: Penambangan dasar laut berpotensi merusak habitat mikroba

Banyak dukungan, tapi tidak luput dari kritikan 

Pasukan bebek ini menarik perhatian rakyat China, dengan banyaknya jumlah views di media sosial Weibo. Sampai Kamis (27/2/2020) video yang ditampilkan telah disaksikan oleh 520 juta penonton, menurut pantauan The Guardian. 

Begitu juga dengan video yang beredar di situs microblogging Twitter, banyak orang yang mengomentarinya. 





Close [X]
×