kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.006.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

China meloloskan aturan kriptografi menyambut rilis mata uang digital


Minggu, 27 Oktober 2019 / 08:29 WIB
China meloloskan aturan kriptografi menyambut rilis mata uang digital
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A China yuan note is seen in this illustration photo May 31, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Parlemen China mengeluarkan undang-undang baru tentang kriptografi di tengah upaya China untuk meluncurkan mata uang digitalnya sendiri. Bank sentral China membentuk tim riset pada tahun 2014 untuk mengeksplorasi peluncuran mata uang digital.

Upaya ini dilakukan untuk menurunkan biaya sirkulasi uang kertas tradisional dan meningkatkan kontrol bank sentral dan pemerintah atas pasokan uang.

Mata uang digital baru yang diusulkan China akan memiliki beberapa kesamaan dengan Libra milik Facebook Inc. Seorang pejabat senior bank sentral mengatakan, nantinya, mata uang digital China akan dapat digunakan di seluruh platform pembayaran utama seperti WeChat dan Alipay.

Baca Juga: Nasib proyek ambisius Facebook Libra alami kemunduran parah, ada apa?

Aturan kriptografi Chian yang mulai berlaku pada 1 Januari, "Bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan bisnis kriptografi dan memastikan keamanan dunia maya dan informasi," kutip Xinhua dari parlemen.

Undang-undang menyatakan bahwa negara mendorong dan mendukung penelitian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kriptografi dan memastikan kerahasiaan.

Mata uang kripto yang diusulkan Facebook telah memicu kekhawatiran regulator moneter global. Otoritas global khawatir, Libra bisa dengan cepat menjadi bentuk dominan pembayaran digital dan saluran pencucian uang mengingat jangkauan lintas jaringan yang besar pada jejaring sosial.

Baca Juga: Dituding jadi mata-mata China, TikTok membantah tegas

Libra akan menjadi mata uang digital yang didukung oleh cadangan aset dunia nyata, termasuk deposito bank dan surat berharga pemerintah jangka pendek. Aset ini akan dipegang oleh jaringan kustodian. Struktur Libra ini ditujukan untuk menumbuhkan kepercayaan dan stabilisasi harga.

Seperti mata uang kripto lain, transaksi Libra akan diberdayakan dan dicatat oleh blockchain yang merupakan buku besar bersama dari transaksi yang dikelola oleh jaringan komputer.

Pekan lalu, Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa China harus mempercepat pengembangan teknologi blockchain sebagai inti inovasi.



TERBARU

[X]
×