Sumber: BBC, Financial Times |
BEIJING. China akan segera memiliki 60 pesawat yang dibeli dari Airbus. Nilai transaksi pembelian pesawat komersial tersebut mencapai US$ 8 miliar.
Kesepakatan ini merupakan yang pertama sejak Uni Eropa melarang penyertaan maskapai asing ke dalam skema perdagangan karbon yang kontroversial.
China telah menyuarakan ketidaksetujuannya dengan skema tersebut. Skema perdagangan karbon yang dikeluarkan oleh Uni Eropa mengharuskan setiap maskapai membayar biaya atas karbon yang mereka keluarkan.
Tahun lalu, Airbus pernah menuding China secara sengaja melarang sejumlah maskapai membeli pesawat dari perusahaan itu di tengah perdebatan soal skema ini.
Kunjungan Hollande
Kesepakatan itu merupakan bagian dari rangkaian persetujan kerjasama yang ditandatangani selama kunjungan dua hari Presiden Prancis, Francois Hollande China.
Pembelian pesawat dari Airbus ini meliputi 42 pesawat jenis A320 dan 18 pesawat jenis A330.
Kepala Eksekutif Airbus, Fabrice Bregier seperti dikutip dari Financial Times mengatakan "Kesepakatan ini menunjukan bahwa China menghargai upaya Airbus dan Uni Eropa dalam mencari pemecahan soal skema perdagangan karbon dan ini telah menunjukan langkah maju yang mengarah pada 'hubungan bisnis seperti apa adanya'."
Sebelumnya Uni Eropa memang berupaya untuk memajukan aturan tentang Skema Perdagangan Karbon (ETS) untuk mengurangi angka buangan CO2 di langit benua itu.
Namun skema yang ditawarkan oleh Uni Eropa ini ditentang oleh sejumlah negara seperti China, Rusia dan AS. Mereka mengatakan skema itu telah melanggar hukum internasional.













