kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.054   54,00   0,30%
  • IDX 5.704   -236,71   -3,98%
  • KOMPAS100 753   -32,52   -4,14%
  • LQ45 568   -21,24   -3,61%
  • ISSI 198   -8,21   -3,98%
  • IDX30 322   -11,76   -3,52%
  • IDXHIDIV20 401   -11,46   -2,78%
  • IDX80 85   -3,59   -4,04%
  • IDXV30 110   -3,82   -3,36%
  • IDXQ30 104   -3,48   -3,22%

China membuka peluang bantuan ke Eropa secara tak langsung


Jumat, 25 November 2011 / 13:14 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat hari pertama kerja pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Badan Kepegawaian Daerah, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

BEIJING. Perusahaan investasi asal China yaitu China Investment Corp (CIC) membuka pintu bagi penyelamatan Eropa. Maksudnya adalah, CIC akan melakukan investasi di Eropa meskipun secara tak langsung (indirect investment).

Jesse Wang, wakil presiden eksekutif CIC menuturkan lembaganya tak akan menjadi pintu utama bagi Eropa untuk mengatasi masalah keuangannya. Namun CIC belum mau memberikan detail investasi tersebut.

"Jika selama proses tersebut muncul peluang investasi yang menarik di Eropa, CIC akan secara langsung membantu perusahaan terkait atau negara tersebut untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi," janjinya.

Seperti diketahui, pemimpin Eropa berlarian ke China sebagai pemegang devisa terbesar di dunia untuk membantu pemulihan kawasan dari krisis. Saat ini, cadangan devisa Beijing mencapai US$ 3,2 triliun. China dipandang menjadi salah satu negara di dunia yang paling bisa membantu Eropa keluar dari jeratan krisis.

"China bisa saja bersedia masuk ke Eropa melalui Dana Moneter Internasional (IMF). Dengan catatan, pembuat kebijakan tersebut menyepakati," ujar Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.

Ekonom menilai, China ingin dilihat sebagai kekuatan konstruktif bukan sebagai penyelamat bagi Eropa. "Bangsa ini bisa membantu Eropa melalui IMF sebagai metode yang paling aman," terang Ding Shuang, Hong Kong ekonom Citigroup Inc, yang pernah bekerja di IMF dan bank sentral China.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×