China perluas penghentian produksi tambang batubara, harga melonjak makin tinggi?

Senin, 11 Oktober 2021 | 13:01 WIB Sumber: Bloomberg
China perluas penghentian produksi tambang batubara, harga melonjak makin tinggi?

ILUSTRASI. Seorang pekerja bekerja di tambang batubara di pinggiran Tangshan, Provinsi Hebei, China, 9 Desember 2005. Harga Harga batubara melonjak semakin tinggi menyusul permintaan yang tinggi dari China. REUTERS/Jason Lee.


KONTAN.CO.ID - China memperluas penghentian produksi tambang batubara di Provinsi Shanxi, penghasil utama komoditas itu, setelah hujan deras melanda daerah tersebut sepekan terakhir. Harga batubara melonjak semakin tinggi?

Mengutip Bloomberg, Provinsi Shanxi menangguhkan produksi 60 tambang batubara, Pemerintah Shanxi mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun resmi WeChat pada Sabtu (9/10). 

Hujan deras awal pekan lalu menyebabkan tanah longsor di banyak kota di provinsi itu, menyebabkan korban jiwa, menurut Pemerintah Shanxi, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Bencana tersebut memicu respons yang juga membuat pekerjaan di 1.035 lokasi konstruksi dihentikan dan 166 tempat wisata ditutup di wilayah tersebut, Pemerintah Shanxi menambahkan.

Penangguhan terbaru mengikuti penghentian produksi 27 tambang batubara di provinsi China Utara pada 4 Oktober lalu.

Baca Juga: Permintaan bakal melonjak, cuaca buruk paksa puluhan tambang batubara di China tutup

Penghentian produksi tambang batubara di Shanxi menambah tekanan baru pada China yang sudah berjuang dengan krisis energi yang telah menyebabkan penjatahan listrik untuk pabrik-pabrik dan bahkan menyebabkan pemadaman di pemukiman penduduk. 

Sebelumnya, pejabat Pemerintah Shanxi menekan perusahaan tambang untuk meningkatkan produksi, memungkinkan mereka untuk terus berproduksi bahkan setelah mencapai kuota tahunan.

Hujan deras di Shanxi adalah peristiwa cuaca ekstrem lainnya yang melanda China tahun ini, setelah hujan deras dan banjir di Provinsi Henan pada Juli menewaskan lebih dari 300 orang. 

Pemerintah Shanxi juga menyatakan, mereka telah mengalokasikan 20 juta yuan (US$ 3,1 juta) untuk bantuan bencana, dan telah mendistribusikan persediaan termasuk tenda dan selimut untuk mendukung penduduk yang terkena dampak banjir.

Informasi saja, harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia naik menjadi US$ 161,63 per metrik pada Oktober 2021, tertinggi dalam satu dekade terakhir. 

Pendorong HBA adalah permintaan batubara yang terus meningkat di China akibat kenaikan kebutuhan untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan domestik.

Selanjutnya: Harga batubara sedang panas, berikut rekomendasi saham sejumlah emiten batubara

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru