kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

China: Tak ada tentara India yang tewas dalam bentrokan perbatasan terbaru


Kamis, 03 September 2020 / 06:11 WIB
China: Tak ada tentara India yang tewas dalam bentrokan perbatasan terbaru
ILUSTRASI. Foto satelit menunjukkan wilayah perbatasan antara India dengan China. Maxar Technologies via REUTERS

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Situasi di sepanjang Garis Kontrol Aktual antara India dan China semakin meruncing. Kemarin, baru saja terjadi bentrokan yang menghambat perundingan kedua pihak. Namun, pada Rabu (2/9/2020), China mengklaim bahwa tidak ada tentara India yang tewas dalam bentrokan baru-baru ini di sepanjang perbatasan internasional. 

Melansir Times Now News, klarifikasi tersebut dibuat sehubungan dengan bentrokan baru-baru ini di Ladakh timur dekat danau Pangong Tso.

"Sejauh yang saya tahu, tidak ada tentara India yang tewas dalam bentrokan perbatasan baru-baru ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, melansir Global Times.

Baca Juga: Jadi lokasi Perang 1962, India kirim tentara ke perbatasan Timur dengan China

Bahkan dia bilang, India melanggar konsensus di front barat LAC.

“India berulang kali melanggar konsensus penting di bagian barat perbatasan China-India, secara sepihak mengubah status quo secara paksa sehingga menimbulkan ketegangan di wilayah perbatasan. Tanggung jawab sepenuhnya ada pada pihak India,” kata Hua.

Meruncingnya ketegangan terjadi setelah tentara Angkatan Darat India mengklaim menggagalkan upaya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China agar tidak melanggar lebih jauh ke wilayah India dekat tepi selatan Pangong Tso di Ladakh.

Baca Juga: Mengenal SFF, pasukan khusus India yang anggotanya sebagian orang Tibet

Kementerian Luar Negeri India pada Selasa mengutuk provokasi China pada tanggal 29-30 Agustus malam dan mengatakan bahwa Beijing melanggar kesepakatan antara kedua negara pada saat perundingan diplomatik dan militer sedang berlangsung.



TERBARU

[X]
×