kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

China Uji Coba Rudal, NATO Nilai Risiko Keamanan Meningkat


Senin, 06 Juli 2026 / 22:03 WIB
China Uji Coba Rudal, NATO Nilai Risiko Keamanan Meningkat
NATO Secretary General visits the United States (NATO/NATO)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Uji coba rudal yang dilakukan China menjadi sinyal baru bagi negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika keamanan global.

Langkah Beijing itu dinilai memperkuat kekhawatiran aliansi tersebut atas meningkatnya kemampuan militer China dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan peluncuran rudal dari kapal selam bertenaga nuklir milik China ke Samudra Pasifik pada Senin (6/7/2026) menjadi pengingat bahwa NATO tidak boleh meremehkan perkembangan militer Beijing.

Baca Juga: China Uji Coba Rudal ke Samudra Pasifik, Picu Kekhawatiran Negara-Negara Kawasan

Menurut Rutte, uji coba tersebut mengirimkan pesan yang jelas mengenai peningkatan kapabilitas pertahanan China.

"Ini kembali menjadi bukti bahwa kita tidak boleh bersikap naif. Dan memang kita tidak naif," tegas Rutte kepada wartawan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara.

Bagi NATO, meningkatnya aktivitas militer China bukan hanya berdampak pada kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan rantai pasok global.

Ketegangan geopolitik yang meningkat dapat memperbesar risiko terhadap perdagangan internasional, investasi, hingga sektor energi dan logistik.

Baca Juga: China Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Negara Tetangga Cemas

Selain menyoroti uji coba rudal, Rutte kembali menegaskan posisi NATO yang menilai China sebagai pihak yang berperan penting dalam mendukung Rusia dalam perang di Ukraina.

Menurutnya, dukungan Beijing menjadikan China sebagai salah satu faktor yang memungkinkan Rusia mempertahankan agresinya.

Isu mengenai China diperkirakan menjadi salah satu pembahasan utama dalam KTT NATO di Ankara.

Baca Juga: Ancaman Baru! Uji Coba Rudal China Picu Ketegangan di Kawasan Pasifik

Para pemimpin negara anggota diperkirakan akan membahas langkah-langkah untuk memperkuat koordinasi keamanan menghadapi meningkatnya tantangan geopolitik, termasuk pengaruh China terhadap keamanan internasional dan implikasinya bagi perekonomian global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×