China: Varian Omicron jadi tantangan perhelatan Olimpiade Musim Dingin

Selasa, 30 November 2021 | 15:58 WIB Sumber: Reuters
China: Varian Omicron jadi tantangan perhelatan Olimpiade Musim Dingin

ILUSTRASI. Lambang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 diresmikan saat upacara peluncuran di Beijing, China 15 Desember 2017. REUTERS/Jason Lee


KONTAN.CO.ID - BEIJING. China memperingatkan pada Selasa (30/11), varian Omicron yang menyebar cepat akan menjadi tantangan dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin pada Februari 2022 di Beijing.

Meskipun China sebagian besar telah menghentikan virus corona di dalam perbatasannya melalui pembatasan perjalanan dan penguncian, wabah domestik berulang yang terkait dengan varian Delta membuat pihak berwenang dalam siaga tinggi.

"Saya pikir, itu pasti akan mengarah pada tantangan yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, China "menghargai upaya Afrika Selatan dalam memberikan informasi yang tepat waktu" mengenai varian Omicron.

Baca Juga: Australia waspada setelah kemungkinan kasus komunitas Omicron pertama

"Tetapi, China memiliki banyak pengalaman dalam menanggapi Covid-19," tambah Zhao. "Saya sangat yakin, Olimpiade Musim Dingin akan berjalan lancar".

China bertekad untuk menggelar Olimpiade Musim Dingin yang mulus tanpa dirusak oleh Covid-19, dalam apa yang akan menjadi kemenangan propaganda yang menentukan untuk strategi tanpa toleransi Beijing.

Ribuan atlet, media, dan peserta yang datang dari luar negeri diharuskan memasuki gelembung "loop tertutup" yang ketat.

Penyelenggara bulan lalu mengakui, virus corona varian baru akan menjadi "tantangan terbesar" dalam menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin.

Baca Juga: Pernyataan CEO Moderna soal Omicron picu bel alarm baru di pasar keuangan

Tapi, otoritas kesehatan China mengatakan, mereka memiliki sarana untuk mengatasi virus corona varian baru.

"China telah melakukan pekerjaan persiapan teknis dengan baik" untuk menghadapi varian Omicron, menurut Xu Wenbo, Kepala Pengendalian Virus di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

“Kami memiliki banyak jalur penelitian teknis, termasuk penelitian teknis awal terhadap vaksin yang dinonaktifkan, vaksin berbasis protein, dan vaksin berbasis vektor,” ujarnya, Selasa (30/11), seperti dilansir Reuters.

Lebih dari 1,1 miliar orang China telah divaksinasi penuh terhadap virus corona hingga Senin (29/11), menurut otoritas kesehatan.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru