kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.025   42,00   0,23%
  • IDX 6.183   -13,81   -0,22%
  • KOMPAS100 807   -4,44   -0,55%
  • LQ45 612   -3,02   -0,49%
  • ISSI 214   -0,12   -0,06%
  • IDX30 344   -1,76   -0,51%
  • IDXHIDIV20 426   -2,75   -0,64%
  • IDX80 92   -0,49   -0,53%
  • IDXV30 116   -0,60   -0,52%
  • IDXQ30 110   -0,87   -0,79%

Pernyataan CEO Moderna soal Omicron picu bel alarm baru di pasar keuangan


Selasa, 30 November 2021 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Trump menyimak informasi dari CEO Moderna Stéphane Bancel saat pertemuan Task Force Covid-19 di Washington, 2 Maret 2020 lalu. Pernyataan CEO Moderna soal Omicron picu bel alarm baru di pasar keuangan


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Produsen vaksin Moderna memicu bel alarm baru di pasar keuangan pada Selasa (30/11), ketika memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 mungkin tidak efektif terhadap varian Omicron seperti pada Delta.

Komentar CEO Moderna Stephane Bancel memicu kekhawatiran bahwa resistensi vaksin bisa menyebabkan lebih banyak kasus dan pasien rawat inap, memperpanjang pandemi Covid-19.

“Tidak ada di dunia, saya pikir, di mana (keefektifannya) berada pada tingkat yang sama yang kami miliki dengan Delta,” kata CEO Moderna Bancel kepada Financial Times dalam sebuah wawancara, seperti dikutip Reuters.

"Saya pikir, itu akan menjadi penurunan material. Saya tidak tahu berapa banyak karena kita perlu menunggu datanya. Tetapi, semua ilmuwan yang saya ajak bicara sepertinya ini tidak akan baik-baik saja," unngkap Bancel.

Baca Juga: Australia waspada setelah kemungkinan kasus komunitas Omicron pertama

Omicron, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membawa risiko lonjakan infeksi "sangat tinggi", telah memicu alarm global, dengan penutupan perbatasan yang membayangi pemulihan ekonomi yang baru lahir dari pandemi dua tahun.

Berita kemunculannya menghapus sekitar US$ 2 triliun dari nilai saham global pada Jumat (26/11) pekan lalu, meskipun beberapa ketenangan memulihkan pasar awal minggu ini karena investor menunggu lebih banyak data tentang karakteristik Omicron.

Pernyataan Presiden Joe Biden bahwa Amerika Serikat tidak akan memberlakukan kembali penguncian juga telah membantu menenangkan pasar sebelum komentar dari CEO Moderna menakuti investor.

Biden telah menyerukan vaksinasi yang lebih luas. Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mendesak semua orang berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan suntikan vaksin booster. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×