kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.007   24,00   0,13%
  • IDX 6.211   14,34   0,23%
  • KOMPAS100 812   0,43   0,05%
  • LQ45 615   0,59   0,10%
  • ISSI 215   0,65   0,30%
  • IDX30 346   0,13   0,04%
  • IDXHIDIV20 428   -0,68   -0,16%
  • IDX80 93   0,06   0,06%
  • IDXV30 117   -0,27   -0,23%
  • IDXQ30 111   -0,11   -0,10%

Harga Minyak Dunia Anjlok 5% Senin (27/7) Pagi, AS dan Iran Hentikan Perang Sementara


Senin, 27 Juli 2026 / 08:49 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 5% Senin (27/7) Pagi, AS dan Iran Hentikan Perang Sementara
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia merosot sekitar 5% pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan sementara aksi saling serang selama akhir pekan.

Langkah tersebut memicu harapan akan solusi diplomatik yang dapat meredakan konflik dan memulihkan arus pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Surat Gianni Infantino untuk Argentina Bocor, Perkuat Tudingan FIFA Tak Netral

Melansir Reuters, hingga pukul 00.09 GMT, harga minyak mentah Brent turun US$ 4,89 atau 5,05% menjadi US$ 91,89 per barel, setelah sempat menembus ke bawah level psikologis US$ 90 per barel pada awal perdagangan.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 4,67 atau 5,23% menjadi US$ 84,64 per barel.

Kedua kontrak tersebut diperdagangkan di level terendah dalam hampir sepekan setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.

Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh US$ 100 per barel seiring memanasnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Konflik juga meluas hingga Laut Merah dan menghambat ekspor minyak Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb menuju pasar Asia.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan kepada sejumlah media AS, termasuk Fox News Sunday, bahwa Presiden Donald Trump memutuskan menghentikan sementara serangan militer guna memberikan ruang bagi upaya diplomasi.

Baca Juga: Analis Singapura: Mundurnya Perry Warjiyo Berpotensi Guncang Kepercayaan Investor

Analis pasar IG Tony Sycamore menilai, peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik kini semakin terbuka.

"Harapan mulai meningkat bahwa jalur diplomasi yang nyata dapat segera terbuka," ujar Sycamore dalam sebuah catatan riset.

Ia menambahkan bahwa kembali pada nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) 14 poin, disertai kejelasan mengenai pengelolaan Selat Hormuz, dapat menjadi titik awal yang baik bagi penyelesaian konflik.

Meski serangan telah dihentikan sementara, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih belum pulih sepenuhnya.

Berdasarkan data perusahaan pelacakan kapal Kpler, selama akhir pekan kurang dari 10 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz setiap harinya.

Di sisi lain, lalu lintas kapal melalui Selat Bab el-Mandeb juga menurun pada Minggu (26/7) setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Lebih dari 1% Senin (27/7) Pagi, Setelah Harga Minyak Anjlok

Meski demikian, sebuah kapal tanker raksasa ketiga asal China dilaporkan berhasil melintasi Bab el-Mandeb.

Analis MST Marquee Saul Kavonic memperkirakan, pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akan berlangsung secara bertahap.

"Pemulihan arus pelayaran melalui Selat Hormuz kemungkinan berlangsung lambat dan hanya sebagian, karena banyak perusahaan pelayaran masih berhati-hati dan menunggu adanya jaminan keamanan yang lebih kuat sebelum kembali mengirim kapal kosong ke kawasan tersebut," ujar Kavonic.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×