kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Coca-Cola Naikkan Proyeksi Kinerja 2026 Usai Penjualan Kuartal II Lampaui Ekspektasi


Selasa, 28 Juli 2026 / 19:02 WIB
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Kinerja 2026 Usai Penjualan Kuartal II Lampaui Ekspektasi
ILUSTRASI. Coca-Cola menaikkan proyeksi kinerja keuangan tahun 2026 setelah membukukan hasil kuartal II yang melampaui ekspektasi analis. (REUTERS/BHAWIKA CHHABRA)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Coca-Cola menaikkan proyeksi kinerja keuangan tahun 2026 setelah membukukan hasil kuartal II yang melampaui ekspektasi analis.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan di Amerika Serikat terhadap minuman tanpa gula (zero sugar), produk susu fairlife, serta peningkatan penjualan yang didorong oleh penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.

Perusahaan minuman terbesar di dunia itu mencatat peningkatan konsumsi selama berlangsungnya Piala Dunia, yang semakin memperkuat penjualan produk unggulannya, termasuk minuman bersoda Coca-Cola dan varian zero sugar.

Permintaan terhadap produk-produk tersebut tetap solid meskipun belanja masyarakat untuk barang non-esensial, khususnya dari konsumen berpendapatan rendah di Amerika Serikat, cenderung melambat.

Sebagai sponsor resmi minuman FIFA selama puluhan tahun, Coca-Cola menyebut kampanye pemasaran yang terkait dengan Piala Dunia FIFA 2026 turut mendorong pertumbuhan volume penjualan merek Coca-Cola serta minuman olahraga Powerade pada kuartal yang berakhir 3 Juli 2026.

Baca Juga: Mayoritas Broker Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga, Namun Risiko Kenaikan Meningkat

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (28/7/2026), pendapatan sebanding (comparable revenue) Coca-Cola pada kuartal II naik sekitar 6% menjadi US$ 13,37 miliar. Angka tersebut melampaui estimasi analis sebesar US$ 13,16 miliar berdasarkan data yang dihimpun LSEG.

Kinerja tersebut disambut positif oleh pasar. Saham Coca-Cola naik sekitar 1,8% dalam perdagangan prapasar (premarket). Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan telah menguat sekitar 20% dan mengungguli pesaingnya, PepsiCo, yang dalam beberapa kuartal terakhir menghadapi lemahnya permintaan produk makanan ringan (snacking) di Amerika Serikat.

Strategi Coca-Cola menaikkan harga pada sebagian produknya serta menawarkan kemasan berukuran lebih kecil untuk konsumen yang lebih sensitif terhadap harga juga memberikan tambahan dorongan terhadap pertumbuhan penjualan.

Selain itu, perusahaan terus memperluas investasinya pada berbagai kategori minuman di luar produk bersoda. Investasi tersebut mencakup minuman teh siap minum (ready-to-drink tea) serta produk susu melalui merek fairlife yang turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Malaysia Pertimbangkan Batasi Operasi UNHCR karena Persoalan Pengungsi Rohingya

Seiring kinerja yang lebih kuat dari perkiraan, Coca-Cola kini memperkirakan pertumbuhan pendapatan organik sepanjang 2026 sekitar 5%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya yang berada di kisaran 4% hingga 5%.

Perusahaan juga menaikkan proyeksi pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang dapat diperbandingkan menjadi 9% hingga 10%, dari sebelumnya diperkirakan tumbuh 8% hingga 9%.

Prospek yang lebih optimistis tersebut mencerminkan keyakinan Coca-Cola bahwa permintaan terhadap portofolio produknya tetap kuat, didukung inovasi produk, strategi harga, serta momentum dari ajang olahraga berskala global seperti Piala Dunia FIFA 2026.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×