kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Coinbase Kembali Ekspansi, Hadirkan Layanan Kripto di India


Senin, 01 Juni 2026 / 16:17 WIB
Coinbase Kembali Ekspansi, Hadirkan Layanan Kripto di India
ILUSTRASI. Brian Armstrong, CEO dan Co-Founder Coinbase (David Swanson/David Swanson)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Bursa kripto asal Amerika Serikat, Coinbase memperluas bisnisnya di India dengan menghadirkan layanan transaksi menggunakan mata uang rupee. Langkah ini menjadi upaya Coinbase memperkuat posisinya di salah satu pasar kripto terbesar dan paling potensial di Asia.

Reuters (1/6) melaporkan, mulai pekan ini, pengguna di India dapat melakukan setoran dan penarikan dana dalam rupee melalui layanan Immediate Payment Service (IMPS). Selain itu, pelanggan juga memperoleh akses ke perdagangan spot berbagai aset kripto serta kontrak perpetual futures untuk sejumlah aset digital utama.

Ekspansi ini menandai kembalinya Coinbase ke pasar India setelah sempat menghentikan layanannya pada 2023. Perusahaan kembali mengaktifkan perdagangan kripto tahun lalu setelah memperoleh registrasi dari Financial Intelligence Unit (FIU) India.

Baca Juga: DBS Bidik Kekayaan Asia, 18 Pusat Baru Siap Layani Jutaan Dolar

Direktur Pelaksana Regional Asia Pasifik Coinbase John O’Loghlen mengatakan, India merupakan salah satu pasar terpenting bagi industri kripto global.

“India telah lama menjadi salah satu pasar paling penting dalam ekosistem kripto, baik dari sisi talenta pengembang, aktivitas perdagangan, maupun adopsi teknologi blockchain,” ujarnya.

Meski prospek pasar dinilai besar, industri kripto di India masih menghadapi tantangan regulasi. Pemerintah India mewajibkan seluruh bursa kripto mematuhi aturan pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML).

Selain itu, India mengenakan pajak sebesar 30% atas keuntungan transaksi kripto, salah satu yang tertinggi di dunia. Hingga kini, pemerintah juga belum menetapkan regulasi komprehensif yang mengatur aset kripto di negara tersebut.

Dengan populasi besar dan tingginya minat terhadap teknologi blockchain, India tetap menjadi pasar yang menarik bagi pelaku industri aset digital global meskipun lingkungan regulasinya masih berkembang.

Baca Juga: BP Raih Mitra Baru, Proyek LNG Australia Makin Kuat


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×