kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Corona di Brasil: Tambahan infeksi capai 45.048 kasus, Brasilia rekor tertinggi


Sabtu, 11 Juli 2020 / 12:57 WIB
Corona di Brasil: Tambahan infeksi capai 45.048 kasus, Brasilia rekor tertinggi
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Brasil

Sumber: Reuters,Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - RIO DE JANEIRO. Brasil mencatat, tambahan infeksi virus corona baru dalam 24 jam terakhir sebanyak 45.048 kasus. Jumat (10/7), Kementerian Kesehatan Brasil juga mengumumkan, ada 1.214 kematian tambahan dalam 24 jam terakhir. 

Mengutip Reuters, dengan data tersebut, Negeri Samba sudah mengkonfirmasi 1,8 juta kasus virus corona dengan 70.398 kasus kematian akibat pandemi tersebut. 

Kenaikan kasus baru dalam 24 jam tersebut terjadi setelah pelonggaran pembatasan di ibu kota Brasil, Brasilia, dilakukan. Saat ini, jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Brasilia lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain di Brasil. 

Baca Juga: Corona di AS: Pecah rekor lagi, kasus corona baru bertambah 69.000 dalam sehari

Melansir Reuters,  per 100.000 orang di Brasilia terkonfirmasi ada 2,133 orang positif terinfeksi virus corona. Menurut data statistik Kementerian Kesehatan, jumlah orang dengan positif virus corona di Brasilia itu 2 kali lebih tinggi dibandingkan kota metropolitan lain di Brasil, seperti Sao Paulo mau pun Rio de Janeiro. 

Para ahli mengatakan, capaian jumlah orang positif terinfeksi virus corona di Brasilia adalah akibat dari aturan pembukaan kembali kegiatan usaha, yang prematur. 

Gym dan salon kecantikan sudah dibuka kembali pada Selasa (7/7). Sedangkan, bar dan restoran akan kembali beroperasi pada minggu depan, atas keputusan Gubernur Distrik Federal, Ibaneis Rocha. 

"Tindakan itu hanya akan membuat ribuan penduduk Brasilia seperti dihukum mati," kata Pakar Kesehatan Masyarakat, Anggota Dewan Kesehatan Kota, Rubens Bias. 

Bias menjelaskan, dengan melihat angka kematian karena infeksi virus corona dan sistem rumah sakit yang sudah tidak memadai karena kurangnya unit perawatan intensif (ICU), maka melakukan pembukaan kembali aktifitas normal akan menjadi sangat berisiko. 



TERBARU

[X]
×