CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Cuaca Ekstrem Berpotensi Membuat Kerugian Ekonomi US$ 5 Triliun


Rabu, 11 Oktober 2023 / 23:41 WIB
ILUSTRASI. Cuaca ekstrem berpotensi membuat kerugian ekonomi secara global mencapai US$ 5 triliun3. REUTERS/Bridget Bennett


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Cuaca ekstrem berpotensi membuat kerugian ekonomi secara global mencapai US$ 5 triliun. Perusahaan asuransi Lloyd's di London memaparkan, perubahan iklim yang tidak masuk akal mengakibatkan gagal panen, kekurangan pangan dan pasokan air.

Hasil penelitian Lloyd's bersama Cambridge Centre for Risk Studies, yang dikutip Reuters, menuturkan, skenario risiko sistemik ini masih bersifat hipotetis. Namun, riset ini ingin meningkatkan pemahaman dunia usaha dan pembuat kebijakan mengenai ancaman cuaca ekstrem.

Baca Juga: Perang Israel Dorong Harga Komoditas Energi, Cek Rekomendasi Saham Migas dan Batubara

Trevor Maynard, Direktur Eksekutif Risiko Sistemik Cambridge Centre for Risk Studies menjelaskan, penelitian ini akan membantu dunia usaha dan pembuat kebijakan mengeksplorasi potensi dampak dari skenario ini. 

Lloyd's memodelkan kerugian ekonomi global akibat peristiwa cuaca ekstrem dengan memperkirakan guncangan pangan dan air terhadap produk domestik bruto global selama periode lima tahun.
 




TERBARU

[X]
×