Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Perusahaan China Terbatas

Jumat, 25 Februari 2022 | 12:44 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Perusahaan China Terbatas

ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun banyak perusahaan China memiliki bisnis di Ukraina atau Rusia, dampak dari krisis kawasan itu dinilai masih terbatas untuk saat ini. Beberapa perusahaan pun berusaha meyakinkan investor dengan mengatakan skala investasi China di kawasan itu terbatas dan didominasi oleh perusahaan negara.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah memukul Moskow dengan gelombang sanksi setelah Rusia menginvasi Ukraina, langkah-langkah yang menghambat kemampuan Rusia untuk melakukan bisnis dalam mata uang utama.

Guizhou Chanhen Chemical Corp, misalnya, mengatakan kepada platform hubungan investor pada bahwa bisnisnya di Ukraina dan Rusia kecil, jadi hampir tidak ada dampaknya.

Sementara itu, Jiangsu Provincial Agricultural Reclamation and Development Co, sebelumnya mengumumkan akan menginvestasikan 33 juta yuan atau setara US$ 5,22 juta untuk mendirikan anak perusahaan di Ukraina, mengatakan kepada China Securities Journal bahwa rencana tersebut telah ditunda karena ketidakstabilan politik.

Baca Juga: China Kirim 9 Jet Tempur Masuk Ke Zona Pertahanan Udara Taiwan

Sanchuan Wisdom Technology Co, pembuat meter air China, mengatakan kepada investor bahwa mereka memiliki bisnis ekspor terbatas dengan Rusia melalui anak perusahaan, sementara Medical System Biotechnology Co menyebut, bisnis Ukraina menyumbang sebagian kecil dari pendapatan perusahaan.

Memang, China dan Rusia telah mendeklarasikan kemitraan tanpa batas dan bersumpah untuk berkolaborasi lebih banyak melawan Barat. Namun terlepas dari ikatan yang lebih erat tersebut, integrasi ekonomi dan keuangan antara kedua tetangga itu terbatas.

"Kesan saya adalah bahwa komunitas investor China melihat Rusia sebagai tujuan yang cukup berisiko dan sulit untuk berinvestasi banyak risiko korupsi, banyak regulasi, volatilitas, dan risiko sanksi," ujar Alexander Gabuev, rekan senior dan ketua wilayah Rusia dalam Program Asia-Pasifik di Carnegie Moscow Center dikutip dari Reuters, Jumat (25/2).

Baca Juga: Militer Ukraina Bakal Berikan Perlawanan Sengit Melawan Invasi Rusia

Ia pun menambahkan bahwa sebagian besar investasi China di Rusia dilakukan oleh perusahaan milik negara. Sementara itu, untuk sektornya lebih berpusat di sekitar energi,

Di saat investor memiliki ketakutan adanya dampak dari krisis di Ukraina, beberapa perusahaan justru mengisyaratkan bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan dari ketegangan geopolitik.

Misalnya, Beijing Highlander Digital Technology Co, yang membuat sistem teknologi elektronik laut, mengatakan produknya dapat memantau aktivitas maritim pada saat perang,

Sementara itu, Shenzhen Forms Syntron Information Co. mengatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki penggunaan yuan digital China dalam transaksi lintas batas untuk menanggapi pertanyaan investor tentang dampak sanksi keuangan terhadap Rusia.

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru