kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Dampak perang dagang, ekspor Jepang melorot 8 bulan beruntun di Juli


Senin, 19 Agustus 2019 / 10:18 WIB
ILUSTRASI. Kurs yen Jepang - dollar AS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Tingkat ekspor Jepang mencatatkan penurunan untuk delapan bulan berturut-turut pada Juli. Sedangkan tingkat kepercayaan manufaktur berubah negatif untuk kali pertama dalam enam tahun terakhir. Melambatnya ekonomi global serta berlarutnya perang dagang antara Amerika dan China ikut menyeret perekonomian Negeri Sakura itu.

Mengutip data Kementerian Keuangan Jepang, tingkat ekspor turun 1,6% pada Juli ketimbang tahun sebelumnya. Penurunan ini terseret anjloknya ekspor suku cadang mobil dan peralatan semikonduktor. Angka ini namun lebih tinggi ketimbang prediksi ekonom yang memprediksi penurunan sebesar 2,2%.

Data terpisah, the Reuters Tankan survey menunjukkan tingkat kepercayaan bisnis manufaktur berubah negatiif untuk kali pertama sejak April 2013 pada Agustus ini. Hal ini menggarisbawahi gelapnya outlook perekonomian Jepang yang berbasis ekspor.

Kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global semakin tinggi setelah terjadi kurva terbalik yield surat utang AS. Kurva terbalik kerap menjadi indikasi awal bakal terjadinya resesi di negara tersebut. Di sisi lain, data menunjukkan ekonomi Jerman mengalami kontraksi dan ekonomi China semakin memburuk.

Sejumlah negara yang perekonomiannya berbasis ekspor, seperti Jepang, terpukul cukup kuat akibat pajak impor AS terhadap China. Namun, jika dilihat per negara, tingkat ekspor Jepang ke AS naik 8,4% pada tujuh bulan pertama 2019. Kondisi ini disokong oleh ekspor peralatan produksi semikonduktor, mesin konstruksi dan pertambangan, juga pesawat.

Angka tersebut menandai pertumbuhan ekspor untuk sepuluh bulan beruntun dari Jepang ke AS. Pada Juni lalu, kenaikannya sebesar 4,9%.

Sedangkan impor dari AS naik 3,5% pada Juli, sehingga menyebabkan Jepang mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan kenaikan 15,6% menjadi US$ 579,4 miliar yen atau US$ 5,45 miliar dibanding tahun sebelumnya.
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×