Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Dua raksasa dana pensiun asal Kanada bersiap melepas kepemilikan mereka di Associated British Ports (ABP), operator pelabuhan terbesar di Inggris. Langkah ini berpotensi membuka salah satu transaksi infrastruktur terbesar di Eropa tahun ini, dengan valuasi ABP ditaksir menembus 10 miliar poundsterling atau sekitar US$ 13,6 miliar.
Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) dan Ontario Municipal Employees Retirement System (OMERS) disebut telah menunjuk Morgan Stanley untuk menjajaki penjualan saham masing-masing. CPPIB saat ini menggenggam 34% saham ABP, sementara OMERS menguasai 33%. Jika transaksi ini terealisasi, mayoritas kepemilikan ABP akan berpindah tangan sekaligus menandai fase baru bagi aset pelabuhan strategis Inggris tersebut.
Melansir Reuters (5/2), tak hanya dua dana pensiun tersebut, manajer aset Hermes yang memiliki sekitar 6% saham ABP juga dikabarkan mempertimbangkan untuk ikut melepas kepemilikannya. Jika seluruh pemegang saham besar keluar bersamaan, struktur kepemilikan ABP berpotensi berubah signifikan.
Baca Juga: Ekonomi Kanada Mandek: Sektor Jasa Tak Mampu Menyelamatkan?
Langkah divestasi ini muncul di tengah meningkatnya minat investor global terhadap aset infrastruktur yang dinilai stabil dan tahan gejolak, sekaligus saat banyak investor institusional mulai merealisasikan keuntungan setelah hampir dua dekade menanamkan modal. ABP sendiri diambil alih dan menjadi perusahaan tertutup pada 2006 oleh konsorsium investor, termasuk CPPIB dan OMERS.
Kendati demikian, sumber menyebutkan pembicaraan masih berada pada tahap awal. Kesepakatan paling cepat baru berpeluang tercapai pada paruh kedua tahun ini. Reuters hingga kini belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut, sementara ABP, CPPIB, dan OMERS belum memberikan komentar resmi.
ABP mengoperasikan 21 pelabuhan utama di Inggris, termasuk Humber dan Southampton, dan menangani lebih dari seperempat total volume industri pelabuhan nasional. Dengan peran strategis tersebut, penjualan ABP diperkirakan tak hanya menjadi sorotan pelaku pasar, tetapi juga pemerintah Inggris, terutama terkait isu kepemilikan infrastruktur vital dan kepentingan jangka panjang ekonomi nasional.
Jika transaksi ini benar-benar berjalan, pasar akan mencermati siapa pembeli berikutnya, apakah investor keuangan murni, dana infrastruktur global, atau konsorsium strategis serta bagaimana arah pengelolaan ABP ke depan di tengah dinamika perdagangan global yang kian menantang.
Baca Juga: Trump Ancam Kanada dengan Tarif Pesawat & Pencabutan Sertifikasi, Ini Penyebabnya













