Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - PARIS. Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan Prancis berisiko masuk zona bahaya jika defisit anggaran negara itu melampaui 5% pada 2026. Peringatan tersebut disampaikan pembuat kebijakan ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Prancis, Francois Villeroy de Galhau.
“Dengan defisit lebih dari 5%, Prancis akan berada di zona merah, zona berbahaya di mata para pemberi pinjaman internasional,” kata Villeroy dalam wawancara dengan BFMTV, Rabu (14/1/2026).
Meski begitu, Villeroy menilai perekonomian Prancis masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian politik.
Baca Juga: Lima Pabrik Kolaps, Enam Menyusul? Industri Tekstil Masuk Zona Bahaya
Ia mengakui dinamika politik terkait pembahasan anggaran telah menekan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2 poin persentase.
Namun, berdasarkan survei sentimen bisnis terbaru Bank Sentral Prancis, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan masih mencapai 0,9%.
Prancis, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di zona euro, saat ini menghadapi kebuntuan politik dalam pengesahan anggaran.
Parlemen gagal meloloskan anggaran 2026 hingga akhir tahun lalu, sehingga pemerintah harus mengajukan undang-undang darurat sebagai langkah penyangga.
Baca Juga: 15 Kecamatan Masuk Zona Merah Sesar Lembang, Daerah Mana Saja?
Pembahasan anggaran 2026 kembali dilanjutkan pada Selasa.
Namun, banyak pihak menilai pemerintah kemungkinan harus menggunakan kewenangan konstitusional khusus untuk meloloskan anggaran tersebut, mengingat kuatnya perbedaan pandangan di parlemen.













