kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Defisit Arab Saudi membengkak gara-gara minyak


Selasa, 29 Desember 2015 / 11:27 WIB


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

RIYADH. Defisit Arab Saudi pada tahun ini membengkak menjadi US$ 98 miliar pada tahun ini.

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah Arab Saudi, Negara Kerajaan tersebut mengatakan, pendapatan negara pada tahun ini mengalami penurunan 15% menjadi 608 miliar riyal atau setara dengan US$ 162 miliar.

Sementara, anggaran pengeluaran pada tahun ini mencapai 975 miliar riyal, 13% melampaui target pemerintah.

Untuk meminimalisir angka defisit tersebut, Menteri Keuangan Arab Saudi bilang pemerintah akan memangkas subsidi bahan bakar minyak.

Dengan demikian, akan dilakukan kenaikan harga bensin. Harga minyak petrol, misalnya, dapat dikerek hingga 50%. Kendati begitu, harga tersebut masih di bawah harga standar internasional.

Tidak hanya itu, harga solar, listrik dan air juga akan naik.

Menurut Raja Salman, defisit anggaran ini terjadi akibat penurunan tajam harga minyak, tantangan finansial ekonomi regional dan internasional, dan kurangnya stabilitas politik di sejumlah negara tetangga.

Pendapatan minyak

Sekadar tambahan informasi, harga minyak dunia sudah anjlok dari level tertingginya dalam lima tahun di US$ 125 per barel pada Maret 2012 menjadi hanya US$ 37,18 per barel saat ini.

Alhasil, pendapatan minyak mereka pun ikut tergerus 23% dibanding tahun lalu. Padahal, Arab Saudi bilang, pendapatan minyak menyumbang 77% dari total pendapatan Arab Saudi pada tahun ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×