Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan harga minyak global akibat konflik di Iran mulai berdampak pada sektor pariwisata dan transportasi udara. Pemerintah Spanyol mengimbau konsumen untuk segera membeli tiket pesawat guna menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
Menteri Industri dan Pariwisata Spanyol, Jordi Hereu, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar avtur (kerosin) berpotensi mendorong tarif penerbangan naik, yang pada akhirnya dapat menekan permintaan perjalanan udara.
Dalam wawancara dengan harian Expansion, Hereu mengatakan, “Yang kami sarankan adalah agar masyarakat membeli tiket mereka sekarang, karena memang benar bahwa (maskapai) saat ini masih menggunakan bahan bakar avtur yang dibeli beberapa waktu lalu, sehingga ada unsur fluktuasi harga yang terlibat.”
Baca Juga: Perang Iran Picu Lonjakan Harga PCB Global, Industri Elektronik Tertekan
Ia menambahkan, “...Sudah jelas bahwa harga telah meningkat dan hal ini dapat memengaruhi permintaan.” seraya menegaskan bahwa otoritas di Spanyol dan Eropa tengah mengambil langkah untuk mencegah kekurangan bahan bakar.
Dampak Konflik terhadap Harga Energi
Gangguan pasokan minyak global sejak serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah mendorong harga minyak naik sekitar 50%. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai penerbangan.
Kelompok kampanye lingkungan Transport & Environment melaporkan bahwa lonjakan harga minyak telah menambah lebih dari US$100 pada biaya penerbangan jarak jauh dari Eropa. Kondisi ini diperkirakan akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga tiket.
Baca Juga: Hyundai dan TVS Berkolaborasi, Siap Garap Pasar Kendaraan Listrik Roda Tiga di India
Prospek Pariwisata Spanyol
Di tengah tantangan tersebut, sektor pariwisata Spanyol tetap menunjukkan ketahanan. Negara ini mencatat rekor kunjungan wisatawan sebanyak 97 juta orang pada tahun lalu, meningkat 3,5% dibandingkan 2024.
Hereu optimistis pertumbuhan serupa masih dapat dipertahankan tahun ini. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan biaya energi tetap menjadi risiko utama bagi industri pariwisata.
Spanyol, sebagai ekonomi terbesar keempat di kawasan euro, memiliki cadangan kerosin yang relatif besar serta kapasitas produksi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain di Eropa.
Meski demikian, Hereu menekankan bahwa ketergantungan pada wisatawan internasional tetap menjadi faktor penting. “Jika negara-negara asal wisatawan ke Spanyol mengalami masalah, maka kami juga akan terdampak,” ujarnya.













