kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.051   -26,00   -0,14%
  • IDX 5.710   -130,14   -2,23%
  • KOMPAS100 757   -14,56   -1,89%
  • LQ45 570   -10,63   -1,83%
  • ISSI 200   -3,50   -1,72%
  • IDX30 322   -6,32   -1,92%
  • IDXHIDIV20 398   -8,39   -2,06%
  • IDX80 86   -1,58   -1,80%
  • IDXV30 108   -3,30   -2,96%
  • IDXQ30 104   -1,96   -1,84%

Denmark: Wanita yang meninggal setelah terima vaksin punya gejala sangat tidak biasa


Senin, 15 Maret 2021 / 16:16 WIB
ILUSTRASI. Vaksin virus corona buatan Oxford-AstraZeneca terlihat di Basingstoke Fire Station, di Basingstoke, Inggris, 4 Februari 2021. REUTERS/Peter Cziborra


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - COPENHAGEN. Seorang wanita Denmark berusia 60 tahun yang meninggal karena pembekuan darah setelah menerima vaksin virus corona dari AstraZeneca memiliki gejala yang "sangat tidak biasa", Badan Pengawas Obat Denmark mengatakan pada Minggu (14/3).

Mengutip Reuters, Badan Pengawas Obat Denmark menyebutkan, perempuan itu memiliki jumlah trombosit dan gumpalan darah yang rendah di pembuluh kecil dan besar, serta pendarahan.

Program vaksinasi di Eropa mengecewakan dalam dua minggu terakhir oleh laporan bahwa penerima inokulasi vaksin virus corona AstraZeneca mengalami pembekuan darah.

Badan Pengawas Obat Eropa menyatakan, tidak ada indikasi bahwa kejadian itu disebabkan oleh vaksinasi, pandangan yang juga digaungkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada Jumat (12/3) pekan lalu.

AstraZeneca Plc mengatakan pada Minggu (14/3), tinjauan data keamanan orang yang divaksinasi dengan vaksin virus corona mereka tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah.

Selanjutnya: Ikuti Irlandia, Belanda juga tangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×