kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Di kuartal III, laba Coca-Cola naik 8,4%


Rabu, 20 Oktober 2010 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. PRESIDEN HADIRI RAKERNAS PDIP


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Coca-Cola Co membukukan kenaikan laba di kuartal III sebesar 8,4%. Produsen soft dring terbesar dunia dalam rilisnya kemarin waktu AS mengatakan, laba bersih naik menjadi US$ 2,06 miliar atau 88 sen per saham.

Di luar perhitungan beberapa item, laba Coca-Cola mencapai 92 sen. Sedangkan estimasi analis mematok laba sebesar 89 sen. Coca-Cola juga bilang, pihaknya akan melakukan pembelian kembali sahamnya senilai US$ 2 miliar pada tahun ini. Angka tersebut naik dari rencana sebelumnya sebesar US$ 1,5 miliar.

Hal ini terjadi setelah Coca-Cola berhasil meningkatkan jumlah pelanggannya di luar negeri dan meningkatkan volume penjualan di America Utara selama dua kuartal berturut-turut. Asal tahu saja, volume pejualan di Eurasia dan Afrika naik 12%. Wajar saja, di kawasan ini, Coca-Cola baru saja meluncurkan produk minuman baru di India dan Rusia. Sementara, volume tingkat penjualan di Amerika Utara naik 2%.

"Stabilnya perekonomian di Amerika Utara menandakan konsumen bersedia untuk membeli kembali soft drink," kata Philip Gorham, senior equity analyst Morningstar Inc.

Semenara itu, penjualan Coca-Cola naik menjadi US$ 8,43 miliar, melampaui estimasi analis yang dihimpun Bloomberg. Hal ini juga berpengaru pada penjualan soft drink global yang naik 5%, dipicu oleh merek Coca-Cola. Sebagai perbandingan, pada kuartal yang sama tahun lalu, penjualan soft drink global turun 4%.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×