Di mana Jack Ma? Taipan ini tak ada kabar saat China makin keras terhadap bisnisnya

Selasa, 05 Januari 2021 | 13:35 WIB Sumber: CNN
Di mana Jack Ma? Taipan ini tak ada kabar saat China makin keras terhadap bisnisnya

ILUSTRASI. Saat bisnisnya ditekan Pemerintah China, Jack Ma, si pendiri Alibaba, belum terdengar kabarnya selama berbulan-bulan.


KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Bisnis Jack Ma berada di bawah tekanan besar saat ini. Saat bisnisnya ditekan Pemerintah China, Jack Ma, si pendiri Alibaba, raksasa e-commerce China itu belum terdengar kabarnya selama berbulan-bulan.

Keberadaan Jack Ma masih misterius. Mengutip CNN, ia belum muncul ke publik sejak akhir Oktober 2020 lalu, lebih dari seminggu sebelum rencana initial piblic offering (IPO) perusahaan afiliasi Alibaba (BABA), Ant Group, diblokir pada menit terakhir oleh regulator China.

Ant Group harus mengubah rencananya dari mempersiapkan penawaran umum perdana terbesar di dunia, menjadi merombak sebagian besar bisnisnya. Regulator China mengkritik Ant Group karena menyingkirkan pesaing dari pasar dan merugikan hak konsumen.

Sementara, Alibaba, telah diperiksa di China atas dugaan monopoli. Wall Street Journal melaporkan pekan lalu bahwa Pemerintah China berusaha mengecilkan kerajaan bisnis Jack Ma dan berpotensi mengambil saham yang lebih besar dalam bisnisnya, mengutip pejabat China dan penasihat pemerintah yang mengetahui masalah tersebut.

Baca Juga: Beredar spekulasi kalau miliarder China Jack Ma hilang

Jack Ma bahkan absen dalam final pertunjukan bakat Afrika yang dia buat, menurut Financial Times.

Padahal pada 12 Oktober 2020, Jack Ma mengatakan, dia tidak sabar untuk bertemu para finalis selama final online pada 14 November.

Alibaba mengatakan kepada CNN Business bahwa Jack Ma harus melewatkan final tersebut karena jadwalnya bentrok. Alibaba menolak berkomentar lebih lanjut tentang keberadaan Jack Ma.

Jack Ma tidak lagi memegang posisi eksekutif atau dewan di salah satu perusahaan yang dia dirikan. Dia mengundurkan diri sebagai ketua eksekutif Alibaba pada tahun 2019.

Namun, Jack Ma masih menjadi pemegang saham individu terbesar Alibaba dengan hampir 5% saham bernilai sekitar US$ 25 miliar.

Ant Group mengatakan dalam pengajuan IPO tahun lalu bahwa Jack Ma memiliki "kendali penuh" atas perusahaan, dan kekayaan pribadinya diperkirakan akan membengkak setelah IPO.

Penampilan terakhir Jack Ma

Jack Ma juga sering tampil di depan umum untuk membicarakan pekerjaan filantropisnya, yang menjadi fokus utama setelah pensiun dari Alibaba. Postingan terbaru Jack Ma di platform media sosial China Weibo, tertanggal 17 Oktober, menampilkan ucapan yang dia buat di forum pendidikan di China.

Jack Ma juga pernah menjadi pembicara di acara internasional besar seperti Forum Ekonomi Dunia.

Namun, penampilan besar terakhir Jack Ma yang diduga pengamat teknologi China membuat bisnisnya teretakan adalah saat sebuah konferensi di Shanghai pada akhir Oktober 2020 lalu.

Di acara tersebut, Jack Ma secara terbuka mengkritik regulator China karena menghambat inovasi dengan terlalu menghindari risiko.

“Yang kami butuhkan adalah membangun sistem keuangan yang sehat, bukan risiko keuangan yang sistematis,” ujarnya. "Berinovasi tanpa risiko berarti mematikan inovasi. Tidak ada inovasi tanpa risiko di dunia," kata Jack Ma.

Baca Juga: Hilang lebih dari dua bulan, Jack Ma diprediksi telah tewas atau dipenjara

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru